Asyik, Warga Mojokerto Bisa Pinjam Lagi Mobil Dinas Walkot buat Nikah

Angga Laraspati - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 17:29 WIB
Mobil Nikah Gratis Ning Ita
Foto: Pemkot Mojokerto
Jakarta -

Program inovasi 'Mobil Nikah Gratis Ning Ita' kembali menjadi primadona bagi pasangan di Kota Mojokerto yang akan melangsungkan pernikahan. Pasalnya selain bisa memakai secara gratis mobil Toyota Camry yang merupakan Mobil Dinas Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, pasangan pengantin juga mendapat fasilitas supir dan free BBM.

Salah satu pasangan yang memakai fasilitas 'mobil nikah gratis' ini, adalah pasangan Andri Tri Widyanto dan Widia Anggreini. Keduanya mengaku sangat terbantu dengan adanya fasilitas yang disediakan oleh Pemkot Mojokerto ini.

"Mobil dinas nya nyaman, dan sangat membantu bagi kami yang ingin melangsungkan pernikahan, karena kami dijemput dari rumah hingga lokasi akad nikah, dan setelah itu diantarkan kembali ke titik awal penjemputan, dan semuanya gratis tanpa dipungut biaya," ungkap Andri dalam keterangan tertulis, Jumat (22/10/2021).

Lebih lanjut Andri mengaku proses menyewa mobil dinas Ning Ita ini sangat mudah yakni hanya melampirkan surat pengantar nikah, dan foto copy KTP.

"Jadi untuk teman- teman yang ingin menggunakan fasilitas ini, sangat mudah cara mendaftarnya dan tentu sangat bermanfaat untuk kami, pengantin" katanya.

Senada dengan Andri, Widia juga mengaku senang atas fasilitas mobil nikah gratis yang disediakan oleh Pemkot Mojokerto ini. Setidaknya, pasangan pengantin tidak lagi memikirkan perihal kendaraan yang digunakan dalam acara bahagianya.

"Kami juga mengucapkan terima kasih banyak kepada Ning Ita, yang sudah memfasilitasi dan memprogramkan mobil nikah gratis ini" imbuhnya.

Sebagai informasi, mobil nikah gratis Ning Ita ini di-launching pada tahun 2020 oleh Ning Ita yang bisa dimanfaatkan oleh warga kota Mojokerto pada momen spesial pernikahan.

Masuknya Kota Mojokerto dalam PPKM level 1 menurut Inmendagri No 53 tahun 2021 tentang PPKM level di wilayah Jawa dan Bali, membuat penyelenggaraan acara pernikahan di Kota ini kembali diperbolehkan meski dengan beberapa aturan. Salah satunya pelaksanaan resepsi pernikahan dapat diadakan dengan maksimal 75% (tujuh puluh lima persen) dari kapasitas ruangan.

(fhs/ega)