Firli Bahuri: Sosok Santri Diperlukan dalam Perang Badar Lawan Korupsi

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 16:58 WIB
Firli Bahuri menghadiri rapat paripurna DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/9/2019).
Ketua KPK Firli Bahuri (Lamhot Aritonang/detik)
Jakarta -

Ketua KPK Firli Bahuri menyebut sosok santri dan semangat antikorupsi diperlukan dalam perang badar melawan perilaku koruptif. Hal tersebut dia katakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, yang jatuh pada hari ini.

"Sosok santri dan semangat antikorupsi diperlukan dalam perang badar melawan perilaku koruptif warisan kolonialisme dan imperialisme yang telah berurat akar di Bumi Pertiwi," ujar Firli dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/10/2021).

Firli menyebut Hari Santri Nasional, yang ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak 2015, merupakan bentuk penghargaan serta penghormatan kepada bangsa dan negara. Hal itu, katanya, menunjukkan peran aktif santri seluruh Indonesia yang luar biasa.

"Sosok sederhana, santun, berintegritas, menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan, moral, etika, dan kejujuran yang kental pada diri seorang santri sangat diharapkan ada dalam setiap elemen dan eksponen bangsa ini, guna menghadapi, melewati sekaligus menyelesaikan ragam persoalan besar bangsa, salah satunya korupsi dan perilaku koruptif yang telah berurat akar di NKRI," kata Firli.

Dia juga menegaskan Indonesia memang butuh jiwa seperti seorang santri. Hal itu senada dengan perang KPK dalam melawan koruptor.

"Saya tekankan, negeri ini membutuhkan anak-anak bangsa yang memiliki jiwa, raga, semangat fisabilillah dan roh seorang santri dalam perang badar melawan korupsi dan perilaku koruptif di negeri ini," ujarnya.


Selanjutnya, Firli menyebut perilaku koruptif memang sudah melekat di Indonesia. Karena itu, perilaku koruptif baginya perlu diperangi, dengan keberagaman agama yang ada di Indonesia.

"Perilaku koruptif yang telah lama menjajah negeri ini bukan hanya akan merugikan perekonomian atau keuangan negara semata, dampak destruktif kejahatan kemanusiaan ini dapat merusak hingga meluluhlantakkan setiap sendi tatanan kehidupan bangsa dan negara," katanya.

"Islam, dan semua agama serta aliran kepercayaan apa pun di republik ini tentunya tidak membenarkan korupsi, apalagi mengajarkan perilaku koruptif kepada umatnya. Yang pasti, kejahatan kemanusiaan ini bukan hanya harus di hindari, namun wajib diperangi," sambungnya.

Lebih lanjut, Firli mengatakan seorang santri bisa dijadikan panutan dalam contoh teladan untuk generasi ke depannya.

"Tidak berlebihan jika saya katakan santri merupakan role model atau teladan nyata yang baik bagi kita semua khususnya generasi penerus masa depan bangsa, dalam menjaga, mengawal dan menentukan arah langkah serta tujuan negara, yang tak lain mewujudkan kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan dalam kehidupan berbangsa serta bernegara yang cerdas bagi segenap bangsa, rakyat dan diseluruh tumpah darah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke mulai Miangas hingga Pulau Rote," pungkasnya.

(azh/zap)