Polri Ungkap Jeratan Utang Pinjol Ilegal Bikin Ibu di Wonogiri Bunuh Diri

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 16:40 WIB
Tersangka kasus pinjol ilegal (Adhyasta-detikcom)
Tersangka kasus pinjol ilegal yang menyebabkan ibu di Wonogiri gantung diri. (Adhyasta/detikcom)
Jakarta -

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menangkap pendana Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Solusi Andalan Bersama (SAB) berinisial JS. KSP SAB mengelola sejumlah aplikasi pinjaman online (pinjol) ilegal, yang salah satunya meneror ibu di Wonogiri, Jawa Tengah, yang akhirnya bunuh diri karena terlilit utang.

Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Helmy Santika membeberkan awal mula pihaknya membongkar KSP Solusi Andalan Bersama. Polisi mengungkapkan korban mendapat SMS dari aplikasi pinjol ilegal 'Pinjaman Nasional', yang belakangan diketahui dikelola oleh KSP Solusi Andalan Bersama.

"Berawal pada Juli 2021, korban menerima informasi pesan SMS di HP milik korban berupa link aplikasi 'PINJAMAN NASIONAL'," ujar Helmy saat dimintai konfirmasi, Jumat (22/10/2021).

Helmy menjelaskan korban mengaku mendapat penawaran dari pinjol ilegal Pinjaman Nasional untuk meminjam uang dengan bunga rendah. Bahkan tenor waktu untuk melunasi pinjaman tersebut juga lama.

Awal Korban Terjerat Pinjol Ilegal

Korban kemudian tertarik untuk mengunduh aplikasi pinjol ilegal tersebut. Dia juga mengajukan peminjaman.

"Setelah melihat informasi penawaran pinjaman online tersebut, di mana tercantum penawaran bunga rendah dan tenor waktu panjang serta tidak ada pemotongan biaya, korban tertarik dan men-download, kemudian menginstal aplikasi tersebut untuk mendaftar sebagai peminjam dengan persyaratan memasukkan data diri, pekerjaan, dan nomor rekening bank," tuturnya.

Setelah diverifikasi, korban mengajukan pinjaman Rp 1,2 juta dengan tenor 91-140 hari. Namun yang terjadi berikutnya justru mengagetkan.

Korban malah menerima beberapa pinjaman bervariasi dari sejumlah aplikasi pinjol diduga ilegal sebesar Rp 1,2 juta sampai Rp 1,6 juta tanpa persetujuannya. Korban diharuskan melunasi semua pinjaman itu dalam tenggat 7 hari.

Korban Mulai Diteror

Lima hari kemudian, korban mulai mendapat ancaman dari nomor-nomor tak dikenal untuk segera melunasi pinjamannya itu.

Simak video 'LPSK Siap Beri Perlindungan untuk Saksi dan Korban Pinjol Ilegal':

[Gambas:Video 20detik]



Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.