11 Polisi di Sumut Didakwa Jual 6 Kg Sabu Hasil Tangkapan

Perdana Ramadhan - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 16:21 WIB
Sidang kasus polisi jual sabu hasil tangkapan di Tanjungbalai (dok. Istimewa)
Sidang kasus polisi jual sabu hasil tangkapan di Tanjungbalai (Dok. Istimewa)
Tanjungbalai -

Pengadilan Negeri (PN) Tanjungbalai, Sumatera Utara, menggelar sidang dakwaan terhadap 11 polisi yang menggelapkan sabu hasil tangkapan. Salah satu terdakwa adalah mantan Kanit Narkoba Polres Tanjungbalai bernama Wariono.

Wariono alias Wariyono didakwa melakukan penjualan sabut itu bersama Tuharno, Agung Sugiarto Putra, Hendra Tua Harahap, Rizky Ardiansyah, Kuntoro, dan Josua Samaoso Lahagu. Penuntutan mereka dilakukan secara terpisah.

Jaksa menyebut kasus ini berawal Rabu (19/5/2021), sekitar pukul 15.30 WIB, di Perairan Tangkahan Sei Lunang, Kecamatan Sei Kepayang Timur, Asahan. Saat itu, Khoirudin, Syahril Napitupulu, dan Alzuma Delacopa selaku petugas Sat Polairud Polres Tanjung Balai melakukan patroli dan menemukan Kapal Kaluk membawa narkotika jenis sabu seberat 76 kg dalam kemasan 76 bungkus teh merek Guanyinwang dan Qing Shan yang dibawa oleh Hasanul Arifin dan Supandi dari Perairan Malaysia," demikian penjelasan jaksa seperti dilihat dari SIPP PN Tanjungbalai, Jumat (22/10/2021).

Sidang itu digelar di PN Tanjungbalai pada Kamis (21/10). Jaksa menyebut kapal itu dibawa menggunakan Kapal Kaluk.

Jaksa menyebut Khoirudin kemudian melapor temuan itu kepada Togap Sianturi selaku Kepala Sat Polairud Polres Tanjungbalai. Setelah itu, Kasat Polairud memerintahkan Tuharno bersama Juanda, Hendra, dan John Erwin Sinulingga menuju lokasi Kapal Kaluk menggunakan Kapal Patroli Babin Kamtibmas.

"Menyusul kemudian Leonardo Aritonang dan Sutikno menggunakan Kapal Sat Polair lainnya untuk membantu pengawalan di lokasi penemuan tersebut," ucap jaksa.

Jaksa mengatakan Tuharno bersama Juanda, Hendra, John Erwin Sinulingga, Leonardo Aritonang, dan Sutikno membawa Kapal Kaluk berisi sabu itu menuju Dermaga Polairud Polres Tanjungbalai. Di tengah perjalanan menuju dermaga, Tuharno disebut memindahkan satu goni berisi 13 bungkus sabu seberat 13 kg dari Kapal Kaluk ke Kapal Babinkamtibmas.

"Selanjutnya, Tuharno, Khorudin, dan Syahril Napitupulu sepakat untuk menyisihkan sabu-sabu sebanyak 6 bungkus seberat 6 kg dengan maksud untuk dijual, lalu Syahril Napitupulu mengambil 6 bungkus sabu-sabu dari Kapal Kaluk dan dipindahkan ke Kapal Patroli KP II1014, lalu disembunyikan di kolong tempat duduk bagian depan," ujar jaksa.

Jaksa menyebut Tuharno kemudian menghubungi terdakwa Wariono selaku Kanit Narkoba Polresta Tanjungbalai dan menginformasikan temuan sabu itu. Wariono dan Tuharno disebut sepakat bertemu di Dermaga Tangkahan Sangkot Kurnia, Desa Sei Nangka, Kecamatan Sei Sepayang Timur, Kabupaten Asahan.

"Selanjutnya terdakwa bersama dengan Agung Sugiarto Putra, Rizky Ardiansyah, dan Hendra Tua Harahap berangkat menuju Dermaga Tangkahan Sangkot Kurnia, tidak lama kemudian sekira pukul 17.30 WIB, Tuharno datang dengan Kapal Patroli," ucap jaksa.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.