Pria Ditembak Polisi 5 Kali Saat Ditangkap Masih Dirawat, Sempat Kritis

Hermawan Mappiwali - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 15:41 WIB
Ratusan senpi Illegal berhasil diamankan Direskrium Polda Metro Jaya, Minggu (15/11/2015). Ratusan senpi dan para tersangka itu diamankan oleh pihak berwajib selama operasi dalam kurun waktu 3 bulan. Terlebih dengan maraknya ancaman dan penembakan pelaku kejahatan di Ibukota yang semakn meresahkan masyarakat. Rachman Haryanto/detikcom.
Ilustrasi Penembakan (Rachman Haryanto/detikcom)
Luwu Utara -

Pria berinisial IL (30), warga yang ditembak lima kali oleh anggota Resmob Polres Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel), kini masih terus dirawat di rumah sakit. IL dilaporkan juga sempat kritis pasca-penembakan.

"Korban dalam hal ini masih dirawat di rumah sakit," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan, kepada detikcom, Jumat (22/10/2021).

Zulpan tak menampik kondisi korban yang sempat kritis. Dia mengatakan kondisi IL memang parah.

"Ya kondisinya tentu mengalami luka yang cukup parah," kata Zulpan.

Namun Zulpan menegaskan kondisi IL perlahan ada kemajuan tanpa merinci lebih lanjut. Dia menegaskan IL masih selamat.

"Tapi kondisinya masih bisa diselamatkan dan artinya masih hidup begitu ya. Masih penanganan medis," katanya.

Diketahui, Kapolres Luwu Utara AKBP Irwan Sunuddin juga sempat menjenguk korban di RS Andi Djemma, Masamba, Luwu Utara. Di lain kesempatan, dia juga sempat mengecek senjata api personel Polres Lutra pasca-aksi penembakan tersebut.

Untuk kondisi tersebut, polisi diingatkan tak berlebihan saat melumpuhkan terduga pelaku tindak pidana.

"Jadi tindakan kekerasan yang berlebihan yang intinya yang dilakukan oleh mereka ini tidak dibenarkan. Ya sebenarnya tidak perlu sampai melumpuhkan sebanyak itu kan," pungkas Zulpan.

Sebelumnya diberitakan, Polda Sulsel menyebut kasus penembakan anggota Resmob Polres Lutra terhadap seorang pria sebanyak lima kali sebagai tindakan penyalahgunaan wewenang. Akibatnya, Kasat Reskrim Polres Lutra AKP Amri selaku pimpinan Resmob Polres Lutra dimutasi dan diproses Propam.

"Itu (anggota Resmob Polres Lutra tembak pria 5 kali) merupakan penyalahgunaan wewenang dalam penggunaan kekuatan saat melakukan penangkapan," ungkap Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan saat dihubungi detikcom, Jumat (22/10).

Kasat Reskrim Polres Lutra AKP Amri dimutasi ke Pama Yanma Polda Sulsel buntut penembakan tersebut. Mutasi juga dimaksudkan untuk memudahkan pemeriksaan AKP Amri di Propam Polda Sulsel.

Menurut Zulpan, penembakan dilakukan oleh personel Resmob Polres Lutra, tapi AKP Amri juga diproses karena kegagalan dalam mengatur personel atau bawahannya.

Selanjutnya, sejumlah personel Resmob Polres Lutra juga diamankan untuk proses pemeriksaan di Propam Polda Sulsel. Tapi hingga kini belum ada penjelasan Propam Polda Sulsel terkait pemeriksaan AKP Amri dan bawahannya.

Lihat juga video 'Fakta-fakta Ketua Majelis Taklim Tangerang Ditembak OTK':

[Gambas:Video 20detik]

(nvl/idh)