Kisah Tukang Ojek Pemilik Lahan Rp 160 M di Bintaro Jadi Korban Mafia Tanah

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 15:13 WIB
Rizal
Rizal (Andi/detikcom)
Jakarta -

Rizal (51) tidak bisa menahan kegeraman atas apa yang menimpa keluarga besarnya. Tanah seluas 2 hektare di Bintaro, Tangerang, kini dikuasai pengembang. Padahal keluarganya tidak pernah menjual tanah tersebut. PT Jaya Real Propertindo membantah tegas klaim Rizal/ahli waris tersebut.

"Saya minta kepada pemerintah, tolong bantu keluarga saya. Kami korban mafia tanah, yang selama ini dikuasai developer," kata Rizal saat berbincang dengan detikcom, Jumat (22/10/2021).

Tanah yang dimaksud berada tidak jauh dari Stasiun Pondok Ranji, Bintaro, dengan luas 2 hektare atau kurang-lebih 20.000 meter persegi. Awalnya, tanah itu adalah milik Basyim. Adapun Basyim memiliki 4 anak, yaitu:

1. Suryadarma, meninggal tahun 2017.
2. Nur Aini
3. Muhammad
4. Dewi Sartika, menikah dengan Rizal.

"Pak Basyim memegang girik, surat lengkap. Tidak pernah menjual tanah tersebut ke pihak mana pun," kata Rizal yang kini menjadi tukang ojek dan kerja serabutan itu.

Basyim meninggal dunia pada 1974. Sengketa mulai muncul pada 1990-an. Putra pertama Basyim, Suryadarma, diminta menandatangani kertas kosong di bawah tekanan. Selang beberapa tahun kemudian, muncul Akta Jual Beli (AJB) dari ke developer. Kini, AJB itu telah berubah menjadi Sertifikat HGB (SHGB) atas nama developer. Padahal Basyim dan ahli waris Basyim tidak ada satu pun yang merasa menjual tanah itu.

"Pemerintah, tolong bantu saya. Karena keluarga saya sangat sangat membutuhkan, dalam posisi ekonomi sangat memprihatinkan," tutur Rizal.

Lihat juga video 'Waspada Mafia Tanah! Modusnya Pemalsuan Dokumen':

[Gambas:Video 20detik]