Bupati Kebumen Diberi Gelar Kanjeng Raden Arya oleh Keraton Solo

Rinto Heksantoro - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 10:15 WIB
Bupati Kebumen Diberi Gelar Kanjeng Raden Arya oleh Keraton Solo
Foto: Dok. Pemkab Kebumen
Jakarta -

Pihak Keraton Surakarta Hadiningrat memberikan gelar kehormatan kepada Bupati Kebumen Arif Sugiyanto Sebagai Santana Riya Nginggil. Dengan gelar tersebut, kini Bupati Kebumen menyandang nama kehormatan Kanjeng Raden Arya Arif Sugiyanto Wreksonagoro.

Pemberian gelar tersebut berbarengan dengan acara Tetepan Paguyuban Kawula Keraton Surakarta Hadiningrat (PAKASA) cabang Kebumen dan Launching Grebeg Maulid 1443 H/ Kamis 21 Okt 2021 di Pendopo rumah Dinas Bupati Kebumen.

Bupati diangkat jadi Sentono Dalam (keluarga raja) atau keluarga keraton, karena memang Arif Sugiyanto secara silsilah masih memiliki garis keturunan dengan Adipati Kebumen, yakni Aroengbinang V yang merupakan keturunan dari bangsawan Keraton Surakarta.

Pemberian gelar tersebut dihadiri langsung oleh Pangarsa atau Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Koes Moertiyah Wandansari (Gusti Moeng) bersama suami dan para abdi Keraton Surakarta.

"Alhamdulillah ini merupakan kehormatan, meskipun gelar diberikan kepada saya karena masih ada garis keturunan, tapi sejatinya saya tetap menjadi dan miliki seluruh rakyat Kebumen. Karena saya dipilih atas mandat rakyat," kata Arif Sugiyanto.

Arif menyambut baik kedatangan keluarga Keraton Surakarta yang datang. Kehadiran mereka membawa arti, bahwa sejak dulu Kebumen selalu punya hubungan erat dengan Keraton Surakarta atau Mataram Islam. Bahkan, para pendiri Kebumen keturunan dari Keraton Mataram.

"KRT Aroengbinang I atau Kiai Hanggawangsa merupakan Keturunan Keraton Mataram. Jadi Kebumen dengan Surakarta ini sebenarnya punya nilai historis yang tak terpisahkan. Alhamdulillah hubungan baik itu masih terus kita jaga," imbuhnya.

Bahkan, jauh sebelum Aroengbinang IV yang menjadi Bupati Kebumen pertama, Kebumen juga punya tokoh Ki Bagus Bodronolo, yakni seorang putra dari Ki Maduseno (Madusena), yang merupakan cucu dari Penembahan Senopati, pendiri kesultanan Mataram Islam. Ki Bodronolo merupakan Adipati Panjer Pertama atau cikal Bakal Kebumen.

"Kebumen meski agak jauh dari Keraton Surakarta, tapi punya andil besar dalam membantu Mataram Islam. Kebumen dulu menjadi basis logistik dan perekrutan tentara Sultan Agung dalam penyerbuan ke Batavia yang dipimpin oleh Ki Bagus Bodronolo," terang Arif.

Maka sudah sepantasnya, Arif melanjutkan, hubungan yang baik terus dipertahankan, salah satunya dengan adanya Pakasa ini. Wadah ini menjadi komitmen Bupati untuk tetap peduli dalam pelestarian budaya Jawa. Kekayaan Budaya Jawa kata harus terus dibumingkan agar tetap lestari.

"Budaya Jawa ini sangat penting dan punya nilai luhur. Jadi wajib dilestarikan serta dijaga agar diwariskan sampai ke anak cucu kita. Karena budaya ini identitas kita sebagai bangsa yang besar. Mencintai budaya itu sama saja mencintai Indonesia," lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Arif Sugiyanto juga melaunching Grebeg Maulid dan melihat pameran keris dari Keraton. Ke depan jika pandemi sudah bisa terkendali, Bupati punya rencana untuk menggiatkan kembali festival budaya di Kebumen yang menampilkan berbagai macam budaya dan karya seni.

(akd/ega)