Ketum PPP Harap Santri Kuasai Teknologi dan Ilmu Pengetahuan

Angga Laraspati - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 10:15 WIB
Ketum PPP Harap Santri Kuasai Teknologi dan Ilmu Pengetahuan
Foto: Dok. PPP
Jakarta -

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa berharap para santri bisa menguasai teknologi dan ilmu pengetahuan. Menurutnya, tanpa penguasaan keduanya santri bisa jauh ketinggalan.

"Karena tanpa penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan kita akan jauh ketinggalan, disrupsi teknologi sangat luar biasa saat ini dan kita harus bisa menghadapi," kata Suharso dalam keterangan tertulis, Jumat (22/10/2021).

Saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari Santri Nasional, di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Senin (18/10) yang lalu, Suharso menuturkan dahulu para santri berjuang dengan bambu runcing dan dengan semangat luar biasa. Namun saat ini para santri berjuang dengan pena, dengan pemikiran, ide serta gagasan.

"Saya merasa senang sekali tadi, di antara para santri ini ada yang mendapatkan hadiah dan yang diperlombakan adalah terkait dengan bagaimana kita bisa menguasai teknologi sebagai simbol penguasaan teknologi informasi kedepan. Bagaimana tadi ada juara pertama dan kedua untuk lomba robotik, itu menunjukan para santri kita tidak ketinggalan zaman soal itu," tuturnya.

Menteri PPN/Kepala Bappenas ini di berbagai kesempatan sering sampaikan, para pemenang hadiah nobel itu dikuasai oleh dunia barat, padahal ilmu pengetahuan itu dahulu selama 7 abad lamanya dikuasai oleh cendekiawan muslim.

Menurutnya, peraih nobel fisika dari cendekiawan muslim ada di sekitar tahun 1979 yang dimenangkan oleh Abdussalam yang menyebabkan saat ini umat manusia bisa punya handphone.

"Karena berkat penemuan beliau lah kita bisa online, kita bisa melihat youtube. Platform dasarnya itu ada dalam penemuan beliau yang kemudian dikembangkan," ungkapnya.

Dikatakannya, penemuan yang luar biasa tetapi banyak orang lupa adalah vaksinasi yang sebenarnya adalah Abu Bakar Ar Razi yang oleh dunia barat disebut Rhazes, hidup pada abad ke-9 di Teheran.

"Temuannya yang paling penting itu adalah mengenai vaksin cacar, beliau juga mempelopori bedah saraf dan bedah mata," jelasnya.

Suharso menambahkan penemu dan cendekiawan muslim harus menjadi contoh bagi para santri dan menjadi motivasi untuk menguasai teknologi.

"Dan saya yakin pesantren saat ini bisa memfasilitasi cita-cita mulia santri untuk menjadi penemu dan cendekiawan muslim di masa mendatang," tandasnya.

(akd/ega)