Cerita Pelaku Sadar Kerja di Pinjol Ilegal tapi Tetap Lanjut Gegara Butuh Duit

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 08:42 WIB
Pinjam Online Abal-abal
Foto: Pinjam Online Abal-abal (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Jakarta -

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri membongkar jaringan pinjaman online (pinjol) ilegal di delapan kantor yang Jakarta dan Tangerang dengan menangkap 7 pelaku. Salah satu pelaku, HH (35), mengaku awalnya tidak tahu bekerja di perusahaan pinjol ilegal karena hanya disuruh mengirim SMS.

"Awalnya nggak tahu. (Soalnya) hanya dibilang (kerja) untuk mengirim SMS," ujar HH saat ditemui di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (21/10/2021) malam.

Adapun SMS yang dikirim HH selaku operator SMS blasting dan desk collector atau penagih utang secara virtual, berisi konten penagihan dan promosi pinjol ilegal. Hanya, HH yang digaji Rp 15 juta per bulan ini, mengklaim tidak bisa melihat isi pesan SMS tersebut.

"Seiring berjalannya waktu, kita tahu itu adalah pinjol. (Tahu) dari narasi SMS yang kita terima. Saya nggak bisa membaca apa yang dikirim," katanya.

Sementara itu, tersangka lain, AY (29), baru sadar kerja di pinjol ilegal setelah 1 bulan bekerja. AY sendiri merupakan karyawan pinjol ilegal yang baru bekerja 3 bulan dan diciduk Bareskrim di Apartemen Laguna Pluit, Jakarta Utara.

AY mengungkapkan alasan mengapa dirinya tetap melanjutkan pekerjaannya sebagai karyawan pinjol ilegal meski sudah sadar. Dia butuh uang.

"Sudah sadar (kerja di pinjol ilegal) sebelum ditangkap. Cuman kan namanya butuh duit. Gaji Rp 5 juta per bulan," ucap AY.

AY menjelaskan dirinya biasa berkoordinasi dengan bosnya hanya melalui sambungan telepon. Antar satu karyawan dengan yang lain, tidak saling mengenal karena tidak pernah bertemu langsung.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya:

Simak Video: Dalam Sepekan, Polri Ringkus 45 Tersangka Kasus Pinjol Ilegal!

[Gambas:Video 20detik]