Forum Komunikasi Santri Indonesia Dukung Penguatan DPD Lewat Amandemen

Akfa Nasrulhak - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 20:24 WIB
DPD RI
Foto: Dok. DPD RI
Jakarta -

Ketua Umum DPP Forum Komunikasi Santri Indonesia (FKSI) M Natsir Sahib mengapresiasi kiprah Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, yang selalu peduli dalam memperjuangkan persoalan kebangsaan. Pihaknya pun sependapat agar peran DPD RI diperkuat melalui amandemen ke-5 konstitusi.

"Kami tahu Bapak sejak lama. Kami tahu persis perjuangan Bapak. Kami mengapresiasi kiprah Bapak yang selalu responsif terhadap persoalan bangsa. Bapak juga selalu menyuarakan aspirasi dan kepentingan masyarakat luas," kata Natsir dalam keterangan tertulis, Kamis (21/10/2021).

Hal itu ia sampaikan saat berkunjung ke Rumah Dinas Ketua DPD RI di Jalan Denpasar Raya Nomor 21, Kuningan, Jakarta Selatan. Natsir hadir didampingi Kabid Hukum Ahmad Zain, Kabid Cabang Surakarta Dimas Kuncoro, Kabid Tuban Agusty Abu Isnaeni dan Kabid Sragen Hafidz Rachmansyah. Sementara LaNyalla didampingi oleh Staf Khusus Ketua DPD RI Sefdin Syaifuddin.

Dalam kesempatan itu, Natsir pun berharap dapat berkolaborasi dengan DPD RI dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya dari kalangan pondok pesantren. Ia juga menilai LaNyalla merupakan figur yang begitu peduli terhadap pondok pesantren.

"Kami tahu persis bagaimana kepedulian Bapak dengan pondok pesantren. Bapak juga begitu dekat dengan Ulama dan Habib. Maka, saat kami sowan ke para Kiai kami juga diminta oleh para Beliau-beliau untuk menemui Bapak, berdiskusi dan meminta petuah dari Bapak," kata Natsir.

Natsir mengakui jika peran DPD RI perlu diperkuat. FKSI, kata Natsir, mendorong dan mendukung hal tersebut.

"Kami sependapat agar peran DPD RI diperkuat. Kami juga akan mendorong hal tersebut. Kami pernah membahas persoalan ini dalam seminar khusus mengenai penguatan peran dan fungsi DPD RI," tuturnya.

Ketika peran DPD RI diperkuat, Natsir optimistis fungsi kontrol akan semakin kuat. Sehingga DPD RI yang murni memperjuangkan aspirasi daerah akan semakin maksimal dalam melakukan kontrol dan memperjuangkan hak masyarakat.

"Maka, kami juga mendukung amandemen ke-5 konstitusi," ujarnya.

Natsir berharap santri dapat menjelma menjadi kekuatan baru bagi pembangunan bangsa ke depan.

"Di Indonesia ini ada 18 ribu lebih pesantren dengan jumlah 4 juta santri. Jika ditambah dengan para alumni maka jumlahnya menjadi 18 juta lebih. Tentu ini adalah kekuatan luar biasa jika dapat dimaksimalkan dalam membangun bangsa," kata Natsir.

Arah dukungan itu, lanjutnya, akan diperkuat dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) FKSI yang akan diikuti 15 ribu anggota.