Round-Up

Tudingan Panik Bikin Viani Limardi Vs PSI Kian Pelik

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 20:01 WIB
Viani Limardi.
Viani Limardi (Dok. DPRD DKI Jakarta)
Jakarta -

Konflik antara Viani Limardi dan PSI terus berlanjut setelah Viani resmi mengajukan gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Vinai menuding PSI panik dengan gugatannya tersebut.

Soal gugatan itu, awalnya PSI menyebut bahwa gugatan hanya akan mempermalukan Viani. PSI merasa mereka memiliki bukti kuat soal pemecatan dan melengserkan Viani dari kursi DPRD DKI Jakarta.

Elva Farhi QolbinaElva Farhi Qolbina (Ari Saputra/detikcom)

"Kami punya bukti-bukti kuat sebagai dasar pemecatan. Dengan menggugat ke Pengadilan, sebenarnya Viani hanya akan semakin mempermalukan dirinya sendiri," kata Sekretaris DPW PSI DKI Jakarta Elva Farhi Qolbina dalam keterangan tertulis, Rabu (20/10).

Namun, Viani Limardi merasa bahwa jawaban PSI adalah jawaban orang panik. "Orang kalau panik kentara banget yah? Saya jadi kasihan liat mereka, biar gimana pun mereka pernah jadi teman-teman yang sekapal sama saya," ujar Viani kepada wartawan, Kamis (21/10/2021).

Viani mengaku sedih melihat kualitas PSI sekarang. Dia memandang PSI sudah kehilangan garis perjuangan.

"Sedih melihat kualitas mereka sekarang ini. Sudah kehilangan roh kebajikan dan garis perjuangan yang awalnya saya pikir kita miliki bersama-sama," jelasnya.

Viani pun menantang untuk buka-bukaan soal bukti pemecatan. Dia menilai seharusnya PSI melapor ke lembaga antirasuah terkait tudingan dugaan markup.

"Bagus lah, kita buka (bukti) semua di pengadilan. Atau kalau perlu dari sekarang aja laporin ke yang berwenang mengenai korupsi.. Kalau punya bukti kuat jangan lapor ke media, kan media bukan lembaga pemeriksa atau penindak korupsi," ujar Viani.