Walkot Sebut Ada Oknum Pegawai Pemkot Makassar Terlibat Mafia Tanah

Ibnu Munsir - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 19:47 WIB
Walkot Makassar Ramdhan Danny Pomanto. (Hermawan/detikcom)
Walkot Makassar Ramdhan 'Danny' Pomanto (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Wali Kota (Walkot) Makassar Ramadhan 'Danny' Pomanto kesal dengan maraknya mafia tanah. Danny menuding praktik mafia tanah yang kerap terjadi melibatkan oknum pegawai Pemkot Makassar.

"Capek ka, menjelaskan kalau mafia tanah, di kota Makassar pasti ada backing di belakangnya, dan pemerintahan juga bersekongkol. Ini saya pernah ngomong di KPK," kata Danny saat ditemui di kediaman pribadinya, Jalan Amirullah Makassar, Kamis (21/10/2021).

Menurutnya, banyak modus mafia tanah dalam melancarkan aksinya. Mafia tanah itu disebutnya membuat pemalsuan dokumen, kependudukan lahan, hingga melalui pengadilan.

Meski demikian, Danny tak mengungkap inisial oknum yang terlibat mafia tanah di kota ini. Dia mengatakan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) di Makassar banyak yang tidak teregistrasi.

"Selama 2 tahun dulu, waktu saya wali kota (periode pertama) tidak ada fasum-fasos teregistrasi dan saya sertifikatkan ratusan, ada 400 kali, aset yang tidak bersertifikat. Saya ambil sertifikatnya di balai kota, dikasih begitu," jelasnya.

Dia ingin persoalan mafia tanah diusut dan pelakunya ditindak tegas. Dia mengenang kembali bahwa pada masa periode pertama kepemimpinan 5 tahun silam, sangat getol mengungkap mafia tanah yang terlibat menguasai fasum dan fasos di kota Makassar.

"Banyak kehilangan sekarang, gugatan luar biasa berkembang itu mafia tanah pasti ada yang backup di belakangnya, pasti orang kuat finansialnya," sambung Danny.

Menurutnya, mafia tanah bermain dengan modus bermacam-macam di lingkup Pemkot. Misalnya oknum menjual sertifikat tanah ke pengusaha kemudian berharap digugat.

"Karena dia mau (oknum) jual itu, dia cuman disuruh. Kemudian eh gugat mako itu nanti saya beli begitu modelnya dan pasti ada bekingannya di pemerintah, termasuk pemkot. Jadi artinya, pemerintah macam-macam banyak institusi yang menyangkut itu," ucap Danny.

"Menghilangkan seluruh persuratan, contoh kita kalah di BPR kita concern sekian lama, dia klaim sebagian sampai semuanya," sambungnya.

(jbr/nvl)