Curhat Nelayan RI Kembali Temukan 8 Kapal Vietnam Tangkap Ikan di Natuna

Antara - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 18:38 WIB
Kapal ikan Vietnam menangkap ikan di perairan Pulau Laut, Natuna, Kepulauan Riau (ANTARA/HO-Dokumentasi Nelayan Natuna)
Kapal ikan Vietnam menangkap ikan di perairan Pulau Laut, Natuna, Kepulauan Riau (ANTARA/HO-Dokumentasi Nelayan Natuna)
Natuna -

Nelayan Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), kembali menemukan sejumlah kapal ikan asing (KIA) berbendera Vietnam. Kapal Vietnam tersebut menangkap ikan secara ilegal.

"Ada sekitar delapan KIA Vietnam melakukan penangkapan ikan tanpa izin di wilayah Laut Natuna," kata Ketua Rukun Nelayan Lubuk Lumbang, Kelurahan Bandarsyah, Natuna, Herman, seperti dilansir Antara, Kamis (21/10/2021).

Kapal Vietnam itu ditemukan beroperasi di titik koordinat 5'40'170 N - 108'29'360 E bagian utara timur laut Kepulauan Pulau Laut.

Herman menyatakan informasi ini diperoleh dari nelayan lokal sepulang melaut pada Selasa (19/10). Kapal-kapal ikan asing tersebut dilaporkan sudah berada di Pulau Laut sejak Kamis (14/10).

Keberadaan KIA Vietnam itu juga diabadikan dalam bentuk foto dan video melalui telepon seluler nelayan.

"Cuma, saat sedang di laut, nelayan kita tak bisa melapor ke darat karena tak ada sinyal. Melapor kalau sudah kembali ke darat, setelah beberapa hari melaut," ungkap Herman.

Herman memastikan nelayan setempat sudah sangat mengenal ciri-ciri KIA Vietnam. Sebab, kapal-kapal ikan asing tersebut berulang kali menangkap ikan secara ilegal di Laut Natuna.

"Jadi, nelayan kita tak mungkin salah soal KIA Vietnam itu," ujarnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan kehadiran kapal ikan asing itu sangat merugikan nelayan lokal karena dapat mengurangi hasil tangkapan ikan.

Apalagi KIA Vietnam dibekali peralatan tangkap yang sangat memadai, misalnya kapasitas kapal mereka sudah 50 GT ditambah media tangkap yang digunakan ialah pukat harimau, yang dilarang dalam aturan hukum Indonesia.

"Fasilitas alat tangkap nelayan lokal tak mampu bersaing dengan KIA Vietnam, karena masih tradisional dengan kapasitas kapal rata-rata 5 GT," ujar Herman.

Herman menambahkan sudah berkoordinasi dengan Pemkab Natuna, Pemprov Kepri, dan pihak pengawasan kapal ikan asing terkait keberadaan KIA Vietnam tersebut.

Dia yakin pihak-pihak berwenang dapat mengatasi permasalahan penangkapan ikan secara ilegal yang dilakukan KIA Vietnam di wilayah perairan Indonesia, khususnya Natuna.

"Mudah-mudahan dapat segera ditindaklanjuti, agar nelayan lokal aman dan nyaman menangkap ikan di Laut Natuna," ucap Herman.

(jbr/idh)