Haji Lulung: Haram Hukumnya di Tanah Betawi Ada Nama Jalan Ataturk

Nurcholis Maarif - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 16:15 WIB
Haji Lulung PPP
Foto: PPP
Jakarta -

Ketua DPW PPP DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Haji Lulung menolak keras rencana menjadikan nama Mustafa Kemal Ataturk sebagai penamaan jalan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Bahkan, Haji Lulung yang juga Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Betawi itu mengharamkan nama Mustafa Kemal Ataturk terpampang di tanah Jakarta manapun.

"Haram hukumnya di tanah Betawi ada nama Jalan Mustafa Kemal Ataturk," kata Haji Lulung dalam keterangannya, Kamis (21/10/2021).

Haji Lulung mengatakan sikap penolakan lantaran reputasi Ataturk yang dianggap sebagai tokoh Turki yang kontroversial dengan pemikiran sesat. Ia menyebut Ataturk dikenal seluruh dunia sebagai Islamofobia.

"Dia adalah seorang tokoh sekuler yang kejam dan benci Islam. Sehingga tidak layak namanya di jadikan nama Jalan di tanah yang mayoritas penduduknya beragama Islam," tegas dia.

Oleh karenanya, Haji Lulung meminta pemerintah tidak sembarang menempatkan nama jalan di Jakarta sebelum ditinjau semua aspek sejarah dan geografisnya. Jika rencana tersebut dipaksakan, menurut Haji Lulung, hal ini justru akan mencederai perasaan umat Islam di Indonesia, khususnya umat Islam Betawi sebagai masyarakat yang religius.

Lebih lanjut mantan anggota DPR RI ini mengaku sangat mengapresiasi ide baik pemerintah Indonesia dan Turki yang saling memberikan nama jalan untuk menguatkan hubungan bilateral kedua negara.

Diketahui, KBRI Ankara sebelumnya meminta pemerintah Turki untuk menamai jalan di depan gedung baru mereka dengan nama Sukarno, sementara Turki menurut Dubes RI mengusulkan Mustafa Kemal Ataturk menjadi nama jalan di Jakarta.

Namun, Haji Lulung meminta pemerintah dan Dubes Turki di Indonesia memahami realitas masifnya penolakan terhadap nama Attaturk yang memicu banyak protes di dalam negeri, khususnya kondisi masyarakat Betawi selaku tuan rumah di Ibu Kota.

"Kami sepenuhnya mendukung tukar guling usulan nama yang semangatnya adalah untuk menguatkan hubungan bilateral Indonesia-Turki," ucap Haji Lulung.

Untuk itu, dia lantas mengusulkan nama alternatif lain yaitu dengan penamaan 'Jalan Turki Utsmani' sebagai penggantinya.

"Saya kira, kenapa tidak Turki Utsmani saja, kan banyak juga nama tempat atau daerah yang dijadikan nama jalan di Jakarta. Sebagai simbol peradaban Islam terakhir di dunia, penamaan Turki Utsmani akan menjadi doa dan inspirasi bagi generasi ke depan," tuturnya.

Seperti diketahui, Dinasti Turki Utsmani adalah kerajaan terakhir dalam peradaban Turki. Saat itu, panglima perang sekaligus pemimpinnya adalah Sultan Mehmet II. Runtuhnya Turki Utsmani sekaligus mengakhiri peradaban Islam di dunia.

Haji Lulung melanjutkan dalam waktu dekat pihaknya juga akan segera berkirim surat ke Kedutaan Besar (Kedubes) Turki untuk menyampaikan perihal penolakan tersebut.

"Insyaallah, selanjutnya kami akan mengirim surat resmi tentang keberatan kami agar sebaiknya usulan Attaturk diganti dengan nama lain saja," ujar Haji Lulung.

Simak video 'Blak-blakan Dubes RI untuk Turki: Erdogan Tak Pernah Mencela Ataturk':

[Gambas:Video 20detik]



(ncm/ega)