Sidang Suap Nurdin Abdullah

Jaksa Ungkap Arahan Nurdin Menangkan Kontraktor Bibit Talas Jepang di Lelang

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 15:37 WIB
Terdakwa Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah didampingi pengacaranya menghadiri sidang secara virtual. (Hermawan/detikcom)
Terdakwa Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah didampingi pengacaranya menghadiri sidang secara virtual. (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Jaksa KPK mengungkap arahan terdakwa Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif Nurdin Abdullah untuk memenangkan kontraktor Kwan Sakti Rudy Moha dalam lelang proyek pengadaan bibit talas satoimo atau talas Jepang di Kabupaten Tana Toraja. Kwan dalam surat dakwaan jaksa sebelumnya juga disebut telah memberikan uang gratifikasi kepada Nurdin Abdullah.

Arahan Nurdin memenangkan kontraktor itu terungkap ketika jaksa KPK membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) eks Kadis Ketahanan Pangan Hortikultura Sulsel Andi Ardin Tjatjo di Pengadilan Tipikor Makassar, Kamis (21/10/2021). BAP tersebut hanya bisa dibacakan di persidangan lantaran Andi, yang sebelumnya diperiksa sebagai saksi oleh KPK pada Juni 2021, meninggal dunia beberapa waktu kemudian.

BAP almarhum saksi tersebut pada awalnya menyinggung peristiwa dirinya menghadap Nurdin Abdullah di rujab Gubernur Sulsel pada 2020. Nurdin pun awalnya meminta almarhum saksi agar mengembangkan bibit talas satoimo.

"Kemudian bahwa seingat saksi pada tahun 2020, saksi telah dihubungi oleh Gubernur Sulsel Saudara M Nurdin Abdullah melalui ajudan Syamsul Bahri," ungkap jaksa KPK Dody Silalahi saat membacakan BAP dari almarhum saksi Andi Ardin Tjatjo.

"Saat itu Saudara M Nurdin Abdullah menyampaikan kepada saksi, 'Pak Ardin, tolong kembangkan talas itu di daerah ketinggian'. Dan saya jawab siap," lanjut Jaksa.

Kemudian sekitar dua minggu kemudian, almarhum saksi kembali diminta menghadap ke terdakwa di rujabnya. Saat itulah Nurdin disebut memberi arahan ke almarhum untuk memenangkan Kwan Sakti Rudy Moha untuk pengadaan bibit talas Jepang tersebut.

"Dan dapat saksi tambahkan bahwa sekitar dua minggu setelahnya, pada saat saksi menghadap Gubernur Sulsel Saudara M Nurdin Abdullah, saat bertemu Nurdin Abdullah menegaskan kepada saksi mengarahkan tangannya ke arah Saudara Kwan Sakti Rudy Moha dengan mengatakan, 'Pak, ini ahlinya talas Jepang'," ungkap jaksa.

"Dari hal tersebut saksi pahami bahwa yang akan mengerjakan proyek pembibitan talas Jepang nantinya adalah Saudara Kwan Sakti Rudy Moha," beber Jaksa.

Atas arahan tersebut, almarhum saksi lantas meminta bawahannya di Dinas Pertanian, yakni Kepala Seksi Aneka Kacang dan Umbi Dinas Tanaman Sulsel Basman agar memenangkan Kwan Sakti Rudy Moha seperti arahan Nurdin Abdullah sebelumnya.

(hmw/nvl)