Peraturan Penerbangan Terbaru: Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat!

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 15:09 WIB
Peraturan Penerbangan Terbaru, Anak-anak di Bawah 12 Tahun Sudah Diizinkan
Peraturan Penerbangan Terbaru, Anak-anak di Bawah 12 Tahun Sudah Diizinkan (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Peraturan penerbangan terbaru jadi informasi penting yang tak boleh dilewatkan bagi calon penumpang moda transportasi pesawat terbang. Hal ini mengacu pada kembali dilonggarkannya berbagai aktivitas masyarakat di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), termasuk syarat perjalanan jarak jauh dengan moda transportasi umum.

Sebelumnya, calon penumpang pesawat dari dan ke Jawa Bali yang telah divaksinasi lengkap diizinkan untuk menggunakan hasil tes rapid antigen 1x24 jam sebelum keberangkatan. Adapun syarat hasil polymerase chain reaction atau PCR ditujukan bagi penumpang yang baru menjalani vaksinasi satu kali.

Peraturan penerbangan terbaru tertuang dalam Surat Edaran (SE) nomor 21 tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi COVID-19. SE ini diteken oleh Kasatgas COVID-19, Ganip Warsito pada Rabu (20/10) kemarin. Berikut ulasannya berikut ini.

Peraturan Penerbangan Terbaru di Jawa-Bali: Wajib PCR 2x24 Jam

Merujuk pada SE Nomor 21 Tahun 2021, peraturan penerbangan terbaru untuk perjalanan dari dan ke wilayah Jawa Bali, dan daerah-daerah yang kini masuk dalam kategori PPKM level 3 dan 4, diwajibkan menunjukkan kartu vaksin (minimal dosis pertama) dan surat keterangan hasil negatif PCR H-2 sebelum keberangkatan.

Dengan dikeluarkannya Surat Edaran tersebut, kini syarat antigen untuk yang telah divaksin lengkap sudah tidak berlaku. Adapun aturan ini efektif berlaku mulai 24 Oktober 2021 pukul 00.00 WIB.

Satgas COVID-19 menjelaskan alasan dibalik pengetatan aturan perjalanan udara. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah untuk mencegah penularan COVID-19 saat pembatasan mulai dilonggarkan.

"Pengetatan metode testing jadi PCR saja di wilayah Jawa-Bali dan non Jawa-Bali level 3-4 dilakukan mengingat sudah tidak dilakukannya penjarakan antar tempat duduk dengan kapasitas penuh sebagai bagian dari uji coba pelonggaran mobilitas demi pemulihan ekonomi di tengah kondisi kasus yang cukup terkendali," jelas Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers virtual 'Pengaturan Perjalanan Dalam Negeri Seiring Pelandaian COVID-19', Kamis (21/10/2021).

Pengetatan syarat penerbangan dengan PCR diharapkan dapat mencegah penularan COVID-19 yang mungkin muncul. Sebagai bentuk pencegahan, Satgas mewajibkan pihak maskapai untuk menyediakan tiga baris kursi kosong.

"Untuk mengoptimalisasi pencegahan penularan, pihak maskapai diwajibkan menyiapkan 3 row yang dikosongkan untuk pemisahan jika ditemukan pelaku perjalanan yang bergejala saat perjalanan," jelasnya.


Peraturan Penerbangan Terbaru Luar Jawa Bali: Antigen-PCR

Masih mengacu pada SE yang sama, peraturan penerbangan terbaru di luar Jawa Bali juga kini disesuaikan.

"Untuk perjalanan dari dan ke daerah di luar Jawa Bali yang ditetapkan sebagai kategori PPKM level 1 dan 2, wajib menunjukkan hasil negatif RT-PCR maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan atau hasil negatif rapid test antigen maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan," demikian dimuat dalam poin 3E SE No 21/2021.

Baca selengkapnya soal peraturan penerbangan terbaru lainnya di halaman berikutnya.

Simak video 'Alasan Satgas Wajibkan Hasil PCR Sebagai Syarat Naik Pesawat':

[Gambas:Video 20detik]