Suara Mahasiswa

Tuntutan dan Kritik dari BEM SI di 2 Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 13:13 WIB
Jakarta -

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mengkritik perjalanan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin. Kritik itulah yang ingin disampaikan oleh BEM SI hingga akhirnya mereka melakukan aksi demonstrasi di depan Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

BEM SI menyebut pemerintahan Jokowi-Ma'ruf diwarnai dengan permasalahan yang tak bisa diselesaikan. Menurutnya, Jokowi-Ma'ruf hanya mengutarakan janji-janji.

"Jokowi berjanji untuk menguatkan pemberantasan korupsi di Indonesia, namun nyatanya justru hari ini lembaga antirasuah KPK telah mati di eranya. Jokowi sendiri juga mengatakan, bahwa kritik itu diperbolehkan dan merupakan jantung dari demokrasi, namun nyatanya pembungkaman terhadap masyarakat sipil kerap kali terjadi, dan sering diwarnai dengan represivitas dari aparat," tulis keterangan BEM SI yang ditandatangani Koordinator Pusat Aliansi BEM SI, Wahyu Suryono Pratama, Kamis (21/20/2021).

Kemudian BEM SI juga menyinggung soal lingkungan hidup. Hal-hal yang dilakukan oleh Jokowi saat ini disebut tidak melindungi lingkungan hidup.

"Jokowi juga berjanji untuk mewujudkan lingkungan hidup yang berkelanjutan, namun nyatanya di zaman Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (UU Minerba) dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Ciptaker), yang mana undang-undang tersebut sangat merusak lingkungan," katanya.

BEM SI mengutip beberapa riset soal indeks demokrasi Indonesia yang menurun hingga soal kepuasan masyarakat terhadap kinerja presiden.

Disebutkan, dalam riset The Economist Intelligence Unit, indeks demokrasi Indonesia tahun 2020 sebesar 6,30. Nilai tersebut alami penurunan dari tahun 2019 sebesar 6,48.



"Secara posisi Indonesia berada di rangking 64, Indonesia masih berada di bawah negara tetangga seperti Malaysia, Timor Leste, dan Filipina," ucapnya.

Kemudian, rilis dari SMRC pada Juni 2021, tingkat kepuasan terhadap kinerja Jokowi menurun.

"Di survei sebelumnya (28 Februari-8 Maret 2021) responden yang merasa sangat puas dengan kinerja Jokowi secara umum 16,05 persen, sedangkan pada survei terbaru hanya 12,6 persen responden yang mengaku sangat puas pada kinerja Jokowi," ucapnya.