Kantor Penagihan Pinjol Ilegal di Kalsel Digerebek, 40 Orang Diciduk

Jabbar Ramdhani - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 12:09 WIB
Polres Kotabaru menggerebek kantor jasa penagihan pinjaman online ilegal. Ada puluhan orang diciduk dari kantor tersebut. (dok Polda Kalsel)
Polres Kotabaru menggerebek kantor jasa penagihan pinjaman online ilegal. Ada puluhan orang yang diciduk dari kantor tersebut. (Foto: dok. Polda Kalsel)
Jakarta -

Polres Kotabaru menggerebek kantor jasa penagihan pinjaman online ilegal. Ada puluhan orang yang diciduk dari kantor tersebut.

"Kami mengadakan upaya paksa, yaitu penggeledahan di sebuah kantor berdasarkan aduan masyarakat adanya pinjaman online ilegal," kata Kabid Humas Polda Kalsel Kombes M Rifa'i, Kamis (21/10/2021).

Penggerebekan dilakukan di sebuah ruko di Jalan Brigjen H Hasan Basri, Desa Semayap, Kecamatan PL Utara, Kabupaten Kotabaru, pada Selasa (19/10) pukul 14.00 Wita.

Perusahaan penagihan pinjol itu bekerja sama dengan beberapa perusahaan pinjol yang aplikasinya dapat diunduh di layanan ponsel pintar.

1 WN China Diamankan

Sampai saat ini Polres Kotabaru masih memeriksa sekitar 40 orang yang menjadi pekerja di perusahaan tersebut. Salah satu yang diamankan adalah warga negara asing (WNA) China.

Polres Kotabaru menggerebek kantor jasa penagihan pinjaman online ilegal. Ada puluhan orang diciduk dari kantor tersebut. (dok Polda Kalsel)Barang bukti yang disita dari penggerebekan (Foto: dok. Polda Kalsel)

"Ada 1 orang asing diamankan warga negara China dan akan kita serahkan ke Imigrasi Batulicin karena visanya sudah habis dan visa kunjungan. Posisi orang asing ini sebagai konsultan dari pinjol," ucap Kapolres Kotabaru AKBP M Gafur Aditya Harisada.

Sejumlah warga Kalsel menjadi korban dari perusahaan yang disebut baru berjalan 2 bulan. Perusahaan ini kantor pusatnya di Jakarta.

Tak Segan Ancam Saat Menagih Debitur

Perusahaan ini menawarkan pinjaman kredit dengan cara mudah melalui SMS atau WA dengan beberapa persyaratan. Perusahaan ini tak ragu menebarkan ancaman kepada debitur.

"Pinjaman Rp 1 juta dalam 7 hari harus mengembalikan Rp 1 juta, apabila tidak bisa bayar, per hari akan terkena bunga 5 persen," kata dia.

"Penagihan dilakukan dengan berbagai cara, ada yang baik dan ada yang ancaman dan ada juga mendistribusikan data pribadi peminjam tanpa izin dari orang yang berhak ke nomor yang dicantumkan di aplikasi," tambahnya.

Polisi menerapkan Pasal 48 ayat (1) dan/atau ayat (2) juncto Pasal 32 ayat (1) dan/atau ayat (2) UU ITE dan Pasal 185 juncto Pasal 88 A ayat (3) juncto Pasal 88E ayat (2) UU Cipta Kerja dan Pasal 17 UU BPJS Ketenagakerjaan.

"Untuk pelaku masih kami titik beratkan ke 'PT J'. Namun untuk tersangka belum ada, masih dalam tahap penyelidikan," ucapnya.

Saksikan juga d'Mentor: Berani Scalping Saham demi Profit

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/idh)