Pimpinan DPR Terima Aduan soal Unit Link, Minta Polri Bergerak

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 12:09 WIB
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (Dok. Istimewa).
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menerima aduan masyarakat terkait asuransi unit link. Dia meminta polisi bergerak mengusut hal itu.

"Akhir-akhir ini memang banyak korban yang menamakan korban asuransi unit link mengadu ke DPR. Setelah melihat pengaduan dan ini kan yang unit link ini korban unit link ini merasa dirugikan oleh asuransi-asuransi yang kita lihat kalau jangka waktu 10 tahun ini sudah mulai banyak yang jatuh tempo sehingga banyak juga yang kemudian mengadu ke DPR," kata Dasco di kompleks parlemen DPR, Kamis (21/10/2021).

"Nah, oleh karena itu, saya mengimbau atau meminta kepada Kepolisian Republik Indonesia untuk menggunakan langkah-langkah yang tegas agar korban-korban tidak lagi banyak berjatuhan karena banyak sekali pengaduan-pengaduan unit link ini yang masuk ke DPR," lanjutnya.

Dasco meminta ada tindak lanjut dari aduan soal unit link. Menurutnya, uang para korban harus dikembalikan.

"Bahwa kemudian cara-cara marketing saya pikir mesti diperbaiki dan korban yang merasa uangnya hilang itu juga supaya segera dapat dikembalikan," ujarnya.

Ketua Harian DPP Gerindra ini juga meminta Polri mengungkap modus di balik kasus tersebut. Bisa jadi, menurut Dasco, ada narasi yang dibuat berbeda oleh marketing dengan apa yang dikeluarkan dari kebijakan perusahaan.

"Nah, akibatnya, masyarakat dirugikan bahwa ternyata dana simpanan hari tua, dana anak sekolah, ternyata diinvestasikan dan ketika mau diambil dinyatakan investasinya lagi menurun sehingga nilai yang dibayarkan menjadi tinggal 48-50 persen," ujarnya.

"Nah itu membuat kemudian masyarakat rugi dan kadang-kadang customer servis dari asuransi itu berada dalam lingkungan satu bank yang bersebelahan dengan customer service-nya bank sehingga masyarakat kadang-kadang menganggap bahwa asuransi itu adalah produk dari bank tersebut. Padahal, ketika kemudian dikomplain, ternyata beda, bukan produk dari bank itu," lanjut Dasco.

Untuk itulah Dasco meminta Polri bertindak cepat dan mengusut kasus tersebut agar tidak lagi ada korban.

"Sehingga hal-hal seperti ini yang perlu diluruskan dan saya minta Kepolisian Negara Republik Indonesia bertindak cepat untuk mencegah kerugian yang lebih besar yang timbul di masyarakat," ujarnya.

(eva/gbr)