Tahanan Polres Taput Meninggal Sehari Usai Ditangkap, Propam Turun Tangan

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Rabu, 20 Okt 2021 15:38 WIB
ilustrasi penjara
Ilustrasi penjara (andi saputra/detikcom)
Tapanuli Utara -

Seorang tahanan kasus narkoba di Polres Tapanuli Utara (Taput), DS (33), meninggal dunia setelah sehari ditangkap. Propam turun memeriksa kasus ini.

"Bidang Propam Polda Sumut dan Propam Polres Taput sedang melakukan pemeriksaan sejumlah personel terkait kematian tahanan kasus narkoba, DS," kata Kapolres Taput, AKBP Ronald FC Sipayung, kepada wartawan, Rabu (20/10/2021).

"Tim ini melakukan pemeriksaan personel dan penyidik sehingga nanti di situlah bisa dilihat kira-kira di mana ada kesalahan prosedur dan ketidakprofesionalan personel dalam menjalankan tugas," tambahnya.

Ronald mengatakan DS ditahan pada Kamis (14/10) dengan barang bukti 0,16 gram sabu. Setelah ditahan, pada Jumat (15/10), DS mengeluh sesak napas.

"Tersangka mengeluh sakit sesak sehingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit Tarutung. Setibanya di rumah sakit, tersangka meninggal dunia," ucap Ronald.

Ronald mengatakan masih menunggu hasil pemeriksaan Propam terhadap personelnya. Selain itu, kata Ronald, pihaknya menunggu hasil autopsi DS.

"Jadi kita masih menunggu hasil pemeriksaan Propam dan autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara. Informasinya dari rumah sakit Bhayangkara hasil autopsi ini paling lama 2 minggu, artinya bisa lebih cepat. Saya juga ingin supaya bisa keluar hasilnya secepat mungkin, sehingga kami nanti bisa mengambil langkah tindak lanjut dan keluarga pun bisa puas dengan adanya hasil yang dikeluarkan oleh rumah sakit," jelasnya.

Ronald meminta pihak keluarga menunggu hasil pemeriksaan. Dia berjanji akan bertindak tegas jika terbukti personelnya membuat pelanggaran dalam kasus ini.

"Saya sebagai Kapolres menjamin bahwa anggota yang melakukan tindakan yang tidak profesional dan tidak sesuai dengan SOP akan kita tindak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku," paparnya.

(haf/haf)