Keturunan Sultan Aceh Ungkap Respons Pemerintah Turki soal Surat ke Erdogan

Antara - detikNews
Rabu, 20 Okt 2021 11:56 WIB
Pemimpin Darud Donya Cut Putri (baju merah) saat menemani kunjungan Wakil Perdana Menteri Turki Fikri Isik (dua kiri), di komplek pemakaman Turki, di Banda Aceh, Jumat (13/10/2017)-(ANTARA)
Pemimpin Darud Donya Cut Putri (baju merah) saat menemani kunjungan mantan Wakil Perdana Menteri Turki Fikri Isik (dua kiri) pada 2017-(ANTARA)
Banda Aceh -

Keturunan Sultan Aceh, Cut Putri, mengatakan suratnya ke Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan direspons baik pemerintah Turki. Surat itu berisi permintaan bantuan karena dirinya menilai Aceh dalam kondisi darurat.

"Kami sangat berterima kasih atas respons dan sambutan baik serta perhatian Turki kepada rakyat Aceh yang kini sedang berjuang," kata Cut Putri seperti dilansir dari Antara, Rabu (20/10/2021).

Cut Putri mengatakan dirinya berkomunikasi langsung dengan mantan Wakil Perdana Menteri Turki. Menurutnya, mantan wakil perdana menteri itu berjanji membantu mengatasi masalah di Aceh yang dikeluhkannya.

"Beliau (Wakil Perdana Menteri Turki) tegaskan bahwa bertekad untuk mengikuti jejak nenek moyangnya untuk peduli kepada Aceh," ujarnya.

Cucu Sultan Aceh keturunan Sultan Jauharul Alam Syah Johan Berdaulat Zilullah Fil Alam itu mengaku bahagia atas sambutan baik dari Turki terkait usaha penyelamatan situs sejarah peradaban Islam Asia Tenggara di Aceh. Dia menyebut pihak Turki bakal mempelajari lebih lanjut kondisi di Aceh.

"Pihak Turki juga ingin tahu lebih jauh dan mempelajari lebih dalam tentang situasi darurat (sejarah) yang sedang terjadi di Aceh," kata Cut Putri.

Sebelumnya, Cut Putri mengirimkan surat kepada Erdogan. Dia meminta bantuan kepada Erdogan untuk membantu mengatasi kondisi darurat di Aceh.

"Surat itu berisi permohonan bantuan kepada pemimpin Turki untuk membantu Aceh yang kini tengah berada dalam kondisi darurat," kata Cut Putri seperti dilansir dari Antara, Jumat (8/10).

Cut Putri mengatakan surat itu berisi soal Aceh yang membutuhkan bantuan Turki untuk menyelamatkan khazanah dan warisan Islam Asia Tenggara di Aceh. Menurutnya, kondisi warisan Islam di Aceh sedang pada masa kritis dan terancam dimusnahkan.

Cut Putri menyebut situs sejarah itu termasuk makam kuno para raja dan ulama kesultanan Aceh Darussalam. Ada juga situs makam para ulama dan perwira pasukan Turki Usmani yang dulu dikirim oleh Sultan Turki Utsmani untuk membantu kesultanan Aceh.

Situs yang paling terancam, kata Cut Putri, adalah khazanah peninggalan sejarah peradaban bangsa Turki di kawasan situs sejarah Istana Darul Makmur Kuta Farushah Pindi Gampong Pande Banda Aceh. Situs tersebut terancam musnah dengan dibangunnya proyek IPAL Banda Aceh.

(haf/idh)