Jokowi: Krisis, Resesi, dan Pandemi Seperti Api

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 20 Okt 2021 11:24 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara tentang penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia. Jokowi mengungkap penanganan pandemi dilakukan dengan keseimbangan kesehatan dan ekonomi.

"Krisis, resesi, dan pandemi itu seperti api. Kalau bisa, kita hindari. Tapi jika tetap terjadi, kita pelajari untuk bertindak dan mengembangkan cara-cara baru. Kita menangani kesehatan, seraya bekerja keras mewujudkan Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh," kata Jokowi, di akun Twitter resminya, @Jokowi, Rabu (20/10/2021).

Jokowi mengatakan selama 1,5 tahun masa pandemi COVID-19 telah terjadi penguatan yang signifikan dalam perilaku dan infrastruktur kesehatan, serta penguatan kelembagaan nasional. Jokowi memastikan pengembangan SDM berkualitas, penyelesaian pembangunan infrastruktur tetap berjalan di masa pandemi, seiring penanganan kesehatannya.

"Pengembangan SDM berkualitas tetap menjadi prioritas, penyelesaian pembangunan infrastruktur yang memurahkan logistik untuk membangun dari pinggiran dan mempersatukan indonesia terus diupayakan. Reformasi struktural dalam rangka memperkuat pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan tetap menjadi agenda utama," ujarnya.

"Pandemi telah mengajarkan pada kita untuk mencari titik keseimbangan antara gas dan rem, keseimbangan antara kepentingan kesehatan dan kepentingan perekonomian," imbuhnya.

Sebelumnya, pemerintah memperpanjang PPKM berlevel. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan ada sejumlah aturan yang disesuaikan seiring perkembangan COVID-19 yang terus membaik.

"Seiring dengan kondisi situasi COVID-19 yang semakin baik, ada beberapa penyesuaian aktivitas masyarakat yang mulai dapat diberlakukan pada periode PPKM ini," kata Luhut dalam konferensi pers di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (18/10/2021).

Luhut mengatakan tempat permainan anak di mal atau pusat perbelanjaan boleh dibuka di daerah PPKM level 2. Akan tetapi harus ada aturan yang harus dipenuhi.

"Kami mensyaratkan untuk tempat bermain anak harus mencatat nomor telepon serta alamat orang tua pada waktu anak bermain untuk kebutuhan tracing," kata Luhut.

Pemerintah juga menyesuaikan kapasitas untuk bioskop. Pada daerah PPKM level 2 dan 1, kapasitas bioskop menjadi 70%.

"Kapasitas bioskop untuk level 1 dan 2 bisa dinaikkan menjadi 70%, dan anak-anak diperkenankan masuk bioskop untuk level 1 dan 2," ujar Luhut.

Bagi anak-anak usia di bawah 12 tahun, Luhut mengatakan bahwa pemerintah telah membolehkan mereka untuk masuk ke tempat wisata. Hal itu berlaku di daerah PPKM level 2.

"Anak-anak yang berusia di bawah 12 tahun diperbolehkan masuk ke tempat wisata di level 2 yang dapat menggunakan PeduliLindungi dengan didampingi orang tua," sebut Luhut.

Simak video 'Buka Apkasi Otonomi Expo, Jokowi: Peluang Perkuat Industri Dalam Negeri':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/idh)