Propam-Itwasum Berkoordinasi Periksa Kapolda Banten soal Polisi 'Smackdown'

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Selasa, 19 Okt 2021 19:49 WIB
Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto Adi Nugroho
Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto Adi Nugroho (dok. Polda Banten)
Jakarta -

Divisi Propam akan berkoordinasi dengan Itwasum Polri soal kemungkinan memeriksa Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto Adi Nugroho dan Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sribintoro terkait kasus polisi 'smackdown' mahasiswa saat unjuk rasa di Pemkab Tangerang.

"Itu nanti akan kita koordinasi dengan Itwasum terkait dengan manajerial," kata Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo di Komnas HAM, Selasa (19/10/2021). Pernyataan itu dilontarkan dia saat menjawab pertanyaan wartawan soal kemungkinan Rudi dan Wahyu turut diperiksa.

Dia menjelaskan koordinasi dilakukan untuk melihat ada-tidaknya rentang kendali yang tidak dijalankan oleh pimpinan wilayah di dua tingkat tersebut, polres, serta polda. Soal nasib Brigadir NP sendiri, kini dia sudah mendekam di Rutan Polda Banten.

"Apakah nanti ada rentang kendali dari pimpinan suatu wilayah di dua tingkat ini yang tidak berjalan atau tidak. Ini masih kita lakukan koordinasi dengan Itwasum terkait manajerial pimpinan suatu wilayah," ujarnya.

Ferdy kemudian menyampaikan mahasiswa korban 'smackdown', M Faris Amrullah juga sudah dimintai keterangan oleh Propam. Keterangan Faris dibutuhkan untuk proses sidang disiplin Brigadir NP.

"Anggota tersebut sudah ditahan di Polda Banten. Kedua, kita lakukan pemeriksaan terhadap korban untuk memenuhi proses sidang disiplin," tuturnya.

Lebih lanjut, Ferdy mempersilakan Faris melaporkan unsur pidana penganiayaan oleh Brigadir NP apabila merasa dirugikan. Ferdy memastikan pihaknya akan menindaklanjuti laporan itu.

"Kalau korban merasa dirugikan dengan tindakan tersebut, dia dipersilakan untuk melaporkan tindak pidana penganiayaan dan pasti akan kita proses, kita tidak akan ragu-ragu untuk itu," imbuhnya.

Seperti diketahui, Brigadir NP membanting Faris saat sekelompok mahasiswa berdemo di depan Pemkab Tangerang, Banten, Rabu (13/10). Polisi dan mahasiswa sempat dorong-dorongan.

Wahyu sempat mengatakan peristiwa itu diawali ketika mahasiswa memaksa masuk dan bertemu dengan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar. Padahal Ahmed Zaki Iskandar saat itu tidak ada di kantornya karena sedang menghadiri peringatan HUT ke-389 Kabupaten Tangerang di tempat lain.

"Ketegangan terjadi saat tim negosiator Polresta Tangerang meminta perwakilan dari elemen mahasiswa untuk bertemu dengan pejabat, kebetulan Bapak Bupati sedang melaksanakan kegiatan HUT, sehingga tidak bisa menemui," jelas Wahyu dalam jumpa pers di kantornya, Rabu (13/10) malam.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.

Tonton Video: RS Enggan Buka Hasil Pemeriksaan Mahasiswa Korban 'Smackdown' Polisi

[Gambas:Video 20detik]