Maulid Nabi, Jazilul Ajak Umat Islam Kelola Keragaman Lewat Musyawarah

Inkana Putri - detikNews
Selasa, 19 Okt 2021 16:46 WIB
Jazilul Fawaid
Foto: MPR
Jakarta -

Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengajak umat Islam untuk meneladani perilaku nabi. Sebab, Jazilul mengatakan perilaku Nabi Muhammad SAW sebagai rasul terakhir merupakan panutan hidup bagi umat Islam yang perlu dilakukan.

"Sudah selayaknya apa yang kita lakukan sesuai dengan apa yang dituntunkan oleh nabi," ujar Jazilul dalam keterangannya, Selasa (19/10/2021).

Tak hanya meneladani urusan akhirat, Jazilul mengatakan nabi juga banyak memberi contoh dan solusi terkait urusan dunia.

"Dalam urusan dagang, nabi banyak memberi resep bagaimana dagangan kita laris tanpa berbuat curang atau merugikan orang lain. Intinya adalah menekankan kejujuran," katanya.

Menurut Jazilul, nabi membawa umat Islam kepada kehidupan yang terbuka dan berdampingan dengan umat lainnya. Mengingat di zaman dahulu, nabi, juga hidup berdampingan dengan kaum Nasrani, Yahudi, dan penganut kepercayaan lain.

Dalam hidup berdampingan dengan umat lain, Jazilul mengatakan nabi membuat perjanjian yang disepakati bersama. Di zaman nabi, ia menyampaikan ada berbagai macam umat yang hidup di Madinah. Bahkan, umat Islam juga memiliki dua kelompok, yakni kaum muhajirin dan anshar.

Perbedaan ini, lanjut Jazilul, dipersatukan oleh nabi melalui ikatan hukum yang disepakati bersama. Nabi juga membuat perjanjian dengan umat lain melalui Piagam Madinah, yang menjadi aturan bersama seluruh umat di Madinah. Menurutnya, cara hidup berdampingan ini dapat diteladani oleh umat Islam saat ini.

"Nabi tidak hanya hidup berdampingan dengan umat yang lain namun juga membuat perjanjian dengan mereka. Sebelum mempersaudarakan umat Islam dengan umat yang lain, Nabi lebih dahulu mempersaudarakan kaum muhajirin dan anshar. Jadi Nabi lebih dahulu menyelesaikan masalah internal umat Islam," katanya.

"Isi Piagam Madinah berisi mengenai persamaan hak, kewajiban, dan saling tolong menolong dalam kebaikan," tambahnya.

Jazilul menyebut selain meneladani cara hidup berdampingan dengan umat lain, umat islam juga wajib meneladani cara nabi menyelesaikan perbedaan dan kepentingan antarumat.

"Nabi mencontohkan bila ada perbedaan kepentingan dengan yang lain maka cara yang dilakukan adalah bermusyawarah," paparnya.

Dikatakan Jazilul, sejarah kehidupan di Madinah hingga lahirnya Piagam Madinah merupakan pengalaman hidup yang dapat dicontoh di tengah masyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pasalnya, sama seperti Madinah, Indonesia juga memiliki umat yang beragam.

"Nah, kita hidup di tengah keragaman. Keragaman yang ada bisa dikelola dengan cara musyawarah seperti yang pernah dilakukan nabi di Madinah," pungkasnya.

(ega/ega)