Pria di Kaltara Diciduk Hendak Bawa Sabu ke Sulsel, Ngaku Diupah Rp 50 Juta

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 19 Okt 2021 14:18 WIB
Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 4,9 kg di Kaltara digagalkan. Penyelundupan sabu itu coba dilakukan lewat perjalanan laut dan udara. (dok Bea Cukai Tarakan)
Foto: Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 4,9 kg di Kaltara digagalkan. Penyelundupan sabu itu coba dilakukan lewat perjalanan laut dan udara. (dok Bea Cukai Tarakan)
Jakarta -

Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 4,9 kilogram (kg) di Kalimantan Utara (Kaltara) digagalkan. Penyelundupan sabu itu coba dilakukan lewat perjalanan laut dan udara.

Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Tarakan, Tria Restu Yogaswara, mengatakan penindakan ini dilakukan di dua waktu berbeda.

"Kronologis kejadian pertama, pada hari Rabu (16/10) di Pelabuhan Malundung, Kota Tarakan dengan barang bukti berupa 2 bungkus plastik berisi kristal putih diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 1.963,98 gram," kata Tria kepada wartawan, Selasa (19/10/2021).

Dia mengatakan penindakan ini bermula dari informasi yang diterima dari masyarakat terkait peredaran gelap narkotika yang akan dibawa ke daerah Sulawesi menggunakan sarana kapal. Petugas mengamankan pelaku berinisial B dan H.

Pelaku mengaku dijanjikan uang puluhan juta rupiah. Pelaku diamankan sebelum menyeberang dari Tarakan ke Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Tersangka membawa bungkusan tersebut ke Parepare dengan upah Rp 50 juta, menggunakan transportasi laut KM Siguntang di Pelabuhan Malundung, Kota Tarakan," ucapnya.

Dia mengatakan pengungkapan ini sebagai bentuk sinergi Bea Cukai Tarakan dengan BNNP Kalimantan Utara, dan Unit Penyelenggara Bandara Juwata. Pengungkapan kedua dilakukan di Kantor Kargo Bandara Juwata pada Sabtu (9/10).

Petugas gabungan mengamankan seorang pelaku berinisial IF dan barang bukti narkotika jenis sabu dengan berat bruto 2.946,46 gram. Penindakan bermula saat Avsec Bandara Juwata Tarakan melaporkan penemuan barang mencurigakan dari jasa pengiriman sebuah ekspedisi.

"Paket barang tersebut ketahuan di mesin X-Ray SCP I Bandara Juwata Tarakan, pihak bandara melaporkan ke BNNP Kalimantan Utara dan dilakukan pemeriksaan bersama dengan Tim Pemberantasan Kalimantan Utara," ujar dia.

Dia mengatakan penindakan ini tak terlepas dari hasil kerja sama dan sinergi Bea Cukai Tarakan dengan BNNP Kaltara juga Unit Penyelenggara Bandara Juwata untuk memberantas peredaran narkoba.

"Bea Cukai juga akan terus menjalin kerja sama dengan aparat penegak hukum lainnya untuk meningkatkan intensitas dan efektivitas pengawasan," kata dia.

(jbr/jbr)