KPK Kembali Panggil Deputi BNPB Prasinta Dewi di Kasus Bupati Koltim

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 19 Okt 2021 12:58 WIB
ilustrasi KPK
Logo KPK (Haris Fadhil/detikcom)
Jakarta -

KPK menjadwalkan pemanggilan terhadap Deputi Bidang Pencegahan pada Direktorat Pencegahan BNPB, Prasinta Dewi untuk kedua kalinya. Prasinta akan diperiksa sebagai saksi di kasus suap pengadaan barang dan jasa yang menjerat Andi Merya Nur (AMN) selaku Bupati Kolaka Timur (Koltim).

"Saksi TPK pengadaan barang/jasa di lingkungan pemerintahan Kabupaten Kolaka Timur tahun 2021 untuk tersangka ANZ (Anzarullah)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (19/10/2021).

Selain itu, KPK sekaligus memanggil Kepala Subdirektorat Pemulihan Sarana, Budhi Erwanto sebagai saksi dalam perkara ini. Mereka diperiksa untuk tersangka Anzarullah yang merupakan Kepala BPBD Koltim.

Dalam kasus ini, Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Andi Merya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait paket konsultasi 2 proyek jembatan dan jasa konsultasi perencanaan pembangunan 100 rumah Pemkab Koltim tahun anggaran 2021.

Merya ditangkap saat KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Merya ditangkap bersama Kepala BPBD, Anzarullah.

Merya dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang tentang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor). Sedangkan Anzarullah selaku pemberi dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor.

Lihat Video: Kronologi OTT Bupati Koltim Hingga Ditetapkan Jadi Tersangka

[Gambas:Video 20detik]

(azh/isa)