Ayah Diduga Perkosa 3 Anak Laporkan Ibu Korban ke Polisi Dinilai Salah Alamat

Hermawan Mappiwali - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 16:25 WIB
Ilustrasi Pencabulan Anak. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Ilustrasi berita ayah diduga memperkosa 3 anaknya di Luwu Timur, Sulsel. (Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Makassar -

LBH Makassar menanggapi laporan ke polisi yang dilakukan ayah diduga memperkosa 3 anaknya di Luwu Timur (Lutim) terhadap ibu korban yang melaporkan kasus ini. Laporan pria berinisial S itu ke polisi dinilai salah alamat.

"Itu laporan yang salah alamat karena yang dilaporkan terkait liputan kasus ini dalam produk jurnalistik yang dilindungi UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers," ujar tim kuasa hukum ibu korban, Abdul Azis Dumpa, saat dimintai konfirmasi, Senin (18/10/2021).

Keberatan terhadap produk jurnalistik seperti pada kasus yang dialami S harus menempuh langkah-langkah sengketa pers, seperti lewat permintaan hak jawab atau hak koreksi, atau penyelesaian lewat mekanisme di Dewan Pers.

"Pihak kepolisian yang menerima laporan harus mengarahkan pelapor untuk melakukan langkah-langkah itu," lanjut Azis.

Menurut Azis, polisi sudah seharusnya tak memproses laporan S dan mengingatkan adanya Nota Kesepahaman Dewan Pers dengan Polri Nomor 02/DP/MoU/II/2017 Tentang Koordinasi dalam Perlindungan Kemerdekaan Pers dan Penegakan Hukum terkait Penyalahgunaan Profesi Wartawan.

"Selain itu, dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tahun 2021 antara Kominfo, Kejaksaan Agung dan Polri tentang Pedoman Penerapan Pasal Tertentu dalam UU ITE memberikan pedoman dalam menerapkan Pasal 27 ayat 3 tentang Penghinaan dan/atau Pencemaran Nama Baik, ketika terkait dengan pemberitaan di internet yang dilakukan institusi pers yang merupakan kerja-kerja jurnalistik, maka dilakukan melalui mekanisme sesuai UU Pers sebagai lex specialis bukan menggunakan Pasal 27 ayat 3 dan perlu melibatkan Dewan Pers," tutur Azis.

Atas segala pertimbangan tersebut, lanjut Azis, penting bagi polisi tak memproses laporan S karena salah alamat.

"Sekarang tinggal melihat apakah komitmen dalam Nota Kesepahaman dan Keputusan Bersama yang ditandatangani Kapolri itu diterapkan," pungkas Azis.

Diberitakan sebelumnya, S selaku ayah yang diduga memperkosa 3 anaknya di Kabupaten Luwu Timur, Sulsel tersebut melaporkan balik ibu korban ke polisi. S menuding ibu korban yang juga mantan istrinya telah melakukan pencemaran nama baik atas tuduhan pemerkosaan kepada 3 anaknya.

"Mantan suaminya itu membuat laporan pengaduan terhadap mantan istrinya ya. Karena dia ini merasa nama baiknya dicemarkan," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan saat dihubungi detikcom, hari ini.

Zulpan mengungkapkan, laporan polisi tersebut dibuat di Polda Sulsel pada Minggu (10/10) lalu. S sebagai terlapor pada kasus 'ayah perkosa tiga anak' itu menuding mantan istrinya berbohong sehingga melakukan tindak pidana seperti diatur dalam UU ITE.

"Laporkan istrinya karena viralnya kasus ini. Makanya dia mengadukan adanya tindak pidana pencemaran nama baik melalui UU ITE. Karena kan di situ yang diadukan istrinya itu mem-blow up persoalan ini melalui media sosial dan juga melibatkan LBH dan Project Multatuli," beber Zulpan.

Lihat juga video 'Polisi Ungkap Kendala Temukan Bukti Baru Kasus Pencabulan di Luwu Timur':

[Gambas:Video 20detik]



(hmw/nvl)