Libur 19 Oktober Digeser ke 20 Oktober, Jangan Sampai Salah

Annisa Rizky Fadhila - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 14:13 WIB
Libur 19 Oktober Digeser ke 20 Oktober, Jangan Sampai Salah
Libur 19 Oktober Digeser ke 20 Oktober, Jangan Sampai Salah / Foto: detikcom/Dikhy Sasra
Jakarta -

Libur 19 Oktober digeser ke 20 Oktober 2021 untuk menghindari adanya hari kejepit di tengah pandemi Corona. Jangan sampai salah ya karena itu berarti besok masih masuk kerja.

Tanggal 19 Oktober 2021 adalah peringatan Maulid Nabi 2021 yang awalnya adalah hari libur nasional. Namun, pemerintah kemudian mengambil keputusan libur 19 Oktober digeser.

Keputusan itu berdasarkan surat keputusan bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Salah satu isinya adalah libur 19 Oktober digeser ke 20 Oktober 2021.

Agar tak keliru, mari ketahui alasan libur 19 Oktober digeser ke tanggal 20 Oktober 2021. Simak ulasan di bawah ini sampai tuntas.

Libur 19 Oktober Digeser: Simak Lagi Isi SKB 3 Menteri

Libur 19 Oktober digeser sudah diatur dalam SKB Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang ditandatangani 18 Juni 2021 lalu. Dalam keputusan itu, pemerintah menyepakati libur Maulid Nabi 2021 mengalami perubahan.

"Pemerintah memutuskan untuk mengubah dua hari libur nasional dan meniadakan satu hari libur cuti bersama," ucap Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.

Awalnya, hari libur Maulid Nabi bertepatan tanggal 19 Oktober 2021. Namun, dalam SKB itu, libur 19 Oktober digeser menjadi 20 Oktober 2021. Untuk cuti bersama Natal 2021 yang jatuh pada 24 Desember 2021 pun ditiadakan.

Libur 19 Oktober Digeser: Antisipasi Pemerintah Terhadap Lonjakan Kasus COVID-19

Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin menjelaskan alasan libur 19 Oktober digeser. Dia mengatakan, tujuannya untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia. Hal ini sekaligus menjadi strategi pemerintah terhadap masyarakat yang hendak memanfaatkan hari libur kejepit.

"Kami menggeser itu untuk menghindari orang memanfaatkan hari kejepit itu, sehingga orang keterusan (liburan). Oleh karena itu, kami coba (menggeser) itu, walaupun memang (kasus COVID-19) sudah rendah, tapi kita tetap antisipatif," kata Wapres Ma'ruf Amin, dilansir Antara, Minggu (17/10).

Libur 19 Oktober digeser juga menjadi upaya pemerintah dalam mengantisipasi pelonggaran protokol kesehatan. Harapannya, kasus COVID-19 di Indonesia dapat dikendalikan, sehingga tidak terjadi lonjakan kasus seperti di India.

"India itu kan ketika dia sudah rendah, kemudian terjadi pelonggaran-pelonggaran, bahkan ada acara keagamaan, akhirnya naik lagi. Itu kami tidak ingin itu terulang di Indonesia," ujarnya.

Informasi berikutnya soal libur 19 Oktober digeser dapat disimak di halaman selanjutnya.