Pendemo di Polres Halmahera Tengah Minta 4 Pemerkosa Wanita Dihukum Mati!

Audrey Santoso - detikNews
Minggu, 17 Okt 2021 18:35 WIB
Ilustrasi jenazah
Ilustrasi jenazah (Foto: dok. Thinkstock)
Halmahera Tengah -

Demonstrasi buntut kasus pemerkosaan wanita oleh empat pria di Halmahera Tengah (Halteng) berakhir. Polisi mengatakan pendemo menuntut empat pemerkosa dihukum mati.

"Demo sudah selesai dan kondusif," kata Kapolres Halteng AKBP Nico Setiawan kepada detikcom, Minggu (17/10/2021).

Nico mengatakan pertemuan dengan perwakilan pendemo juga berlangsung dengan lancar. Dalam pertemuan itu, polisi dan perwakilan warga sepakat kasus ini akan dikawal sampai tuntas.

"Pertemuan menghasilkan kesepakatan bahwa masyarakat akan terus mengawal proses penyidikan yang dilakukan Polres," jelas Nico.

Nico menyebut warga menggelar demo lantaran geram terhadap perbuatan keempat pelaku. Pendemo minta pelaku dihukum mati.

"Inti dari tuntutannya adalah pelaku mendapat hukuman mati," terang Nico.


Sebelumnya, diberitakan warga menggeruduk Mapolres Halteng yang tengah menangani kasus pemerkosaan seorang wanita oleh empat pria. Warga menggelar demonstrasi di depan Mapolres sejak pukul 09.00 WIT.

Dilihat detikcom dari foto yang diunggah netizen yang mengaku kakak korban pemerkosaan di Twitter, asap hitam membubung di depan Mapolres. Terkait itu, AKBP Nico membenarkan pendemo membakar ban.

"Ban," jawab Nico.

Nico menjelaskan pihaknya mengadakan pertemuan dengan perwakilan pendemo untuk menjaga situasi tetap kondusif. Dalam pertemuan, polisi menerangkan langkah-langkah hukum yang dilakukan penyidik dalam menangani kasus pemerkosaan tersebut.

"Ada pertemuan dengan perwakilan dan menjelaskan langkah-langkah yang dilakukan penyidik," tutur Nico.

Kasus ini viral di media sosial. Seorang netizen di Twitter, yang mengaku sebagai kakak korban, membagikan cerita yang dialami adiknya.

Netizen yang mengaku sebagai kakak korban menceritakan adiknya diduga disekap oleh empat pemerkosa semalaman. Setelah itu, korban disebut mengalami kesulitan berjalan.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.

Lihat juga Video: Korban Dugaan Pencabulan di Luwu Timur Batal Diperiksa Dokter Kandungan

[Gambas:Video 20detik]