Jadi Warga Kehormatan PSHT, LaNyalla Bicara Pencak Silat Pusaka Leluhur

Yudistira Imandiar - detikNews
Minggu, 17 Okt 2021 16:45 WIB
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menilai falsafah ajaran perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) sejalan dengan tujuan lahirnya negara dan cita-cita pendiri bangsa. Falsafah tersebut yakni mewujudkan sila ke-5 Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Foto: Dok. DPD RI
Jakarta -

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan Utama perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Pengukuhan tersebut dilakukan lewat acara hybrid (online dan offline) di Madiun, Jawa Timur, Minggu (17/10).

"Terima kasih atas pengukuhan Warga Kehormatan kepada saya. Insya Allah saya akan menjaga amanah dan kepercayaan ini dengan sebaik-baiknya," kata LaNyalla dalam keterangan tertulis, MInggu (17/10/2021).

LaNyalla menyatakan pencak silat adalah pusaka leluhur yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kekuatan kehidupan bangsa Indonesia. PSHT merupakan bagian tak terpisahkan dari dunia pencak silat nasional.

"Di dalam pencak silat tergabung multi aspek, yaitu aspek mental-spiritual, beladiri, seni dan olahraga. Sehingga Pencak Silat selain hasil cipta, rasa dan karsa kebudayaan yang harus dilestarikan, juga merupakan olahraga prestasi yang dipertandingkan sebagai salah satu cabang olahraga," urai LaNyalla.

PSHT yang dilahirkan di Madiun pada tahun 1922, menurut LaNyalla, tidak bisa dipisahkan dari sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pendiri PSHT, Ki Hajar Harjo Utomo juga dikenal sebagai pahlawan perintis kemerdekaan.

"Beliaulah yang mengajarkan ilmu silat kepada rakyat jelata saat itu. Sehingga lahirlah para pendekar perintis perjuangan kemerdekaan bangsa," ulas LaNyalla.

Sementara itu, Ketua Umum PSHT Moerdjoko H.W menjelaskan keberadaan Ketua DPD RI sebagai Warga Kehormatan akan menjadi motivasi bagi PSHT agar kehadirannya diterima dengan baik.

"Lebih penting lagi dengan keberadaan beliau di PSHT, kita semua bisa bersama-sama memberi darma bakti yang lebih besar lagi kepada masyarakat," sebut Moerdjoko.

Moerdjoko menekankan PSHT bertujuan mendidik anak bangsa agar memiliki jiwa patriotik dan nasionalis. Hal itu bertujuan agar apa yang dicita-citakan oleh Ki Hajar Harjo Utomo dapat diwujudkan, juga dilestarikan dan diwariskan kepada generasi penerus.

"Keluarga besar PSHT menyatakan bahwa Pancasila, UUD 1945 dan NKRI adalah harga mati. Pendekar PSHT akan memperjuangkan sampai titik darah penghabisan jika ada yang ingin merusaknya," tegas Moerdjoko.

Ia menambahkan PSHT yang sudah tersebar di 34 provinsi dan 17 negara menganut politik kenegaraan. Organisasi terbuka untuk semua orang dengan berbagai latar belakang.

"Siapa yang bergabung monggo, tidak memandang SARA. Namun tetap menjaga PSHT menjadi independen dan tidak terikat dengan ormas atau parpol," ungkap Moerdjoko.

Sementara itu, Ketua Dewan Pusat PSHT H Issoebiyantoro menambahkan PSHT berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945, patuh pada aturan dan selalu mempertahankan NKRI.

"SH Terate tidak berpolitik dan tidak berafiliasi dengan partai politik. Karena SH Terate milik bangsa yang mengedepankan nilai-nilai persaudaraan dan persatuan yang diwariskan para leluhur," tutur Issoebiyantoro.

Issoebiyantoro berharap agar Ketua DPD menjadi warga yang bisa menjadi suri tauladan masyarakat, memperjuangkan kepentingan orang banyak, serta mengembangkan persaudaraan, juga memperkokoh persatuan dan kesatuan.

"Semoga Bapak LaNyalla semakin sukses dalam kehidupan sosial maupun politik, bisa mengayomi bangsa Indonesia dan keluarga besar PSHT di seluruh dunia," imbuhnya.

(akd/ega)