Pengamat Puji Kinerja Prabowo dari Bentuk Komcad hingga RS Darurat

Erika Dyah - detikNews
Minggu, 17 Okt 2021 09:55 WIB
Upacara penetapan pasukan Komcad (Dok. Tim Dokumentasi Menhan Prabowo Subianto).
Foto: Upacara penetapan pasukan Komcad.
Jakarta -

Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno menilai ditempatkannya Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) kabinet jilid 2 Presiden Joko Widodo merupakan keputusan yang tepat. Prabowo disebut telah menorehkan beberapa capaian selama menjabat sebagai Menhan.

Pertama, kata dia, capaian yang dapat diperhitungkan dari Prabowo adalah membentuk komponen cadangan (komcad) TNI. Sebagaimana diketahui, pembentukan komcad ini diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (UU PSDN).

Ia memandang pembentukan komcad oleh Prabowo sebagai sesuatu yang istimewa. Mengingat, UU PSDN disahkan pada era Menhan Ryamizard Ryacudu, yaitu saat partai Prabowo, Partai Gerindra berada di luar pemerintahan. Adi menambahkan program ini juga sempat diwacanakan sejak pemerintahan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) namun tidak terealisasi.

"Semua capaian ini menunjukkan keputusan Presiden Jokowi mengangkat Prabowo sebagai Menhan. Jokowi menempatkan right man in the right place," kata Adi dalam keterangan tertulis, Minggu (17/10/2021).

Adapun capaian kedua yang dicatat oleh Adi ialah Kementerian Pertahanan (Kemhan) di bawah Prabowo berhasil mendirikan Rumah Sakit (RS) Modular Jenderal TNI LB Moerdani di Merauke, Papua. Ia menyebut RS ini didirikan hanya dalam tempo 20 hari untuk penanganan COVID-19 dan mendukung pelaksanaan PON XX di Papua.

Selain itu, Prabowo juga mengubah beberapa fasilitas pelatihan Kemhan di Jabodetabek menjadi RS Darurat COVID-19 saat awal gelombang kedua COVID-19 di Indonesia.

Ketiga, lanjut Adi, Prabowo berhasil mengantongi lisensi pembuatan kapal tempur canggih fregat Arrowhead 140 dari produsen asal Inggris, Babcock International. Ia mengatakan kapal perang ini nantinya akan diproduksi PT PAL dan dilengkapi rudal permukaan dan udara.

Menurutnya, upaya ini selaras dengan instruksi Presiden Jokowi yang menginginkan belanja pertahanan mampu dikapitalisasi menjadi investasi. Adapun tujuannya yaitu memprioritaskan industri pertahanan Tanah Air dan teknologinya bisa diadopsi langsung oleh Indonesia.

"Prestasi tersebut juga mengonfirmasi sejumlah hasil survei yang menempatkan Prabowo sebagai menteri terbaik Kabinet Indonesia Maju. Tidak heran juga elektabilitasnya tetap stabil dan tinggi," ungkapnya.

Menurut Adi, Ketua Umum DPP Partai Gerindra ini patut diperhitungkan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. "Tentunya pengalaman dan prestasi Prabowo di Kementerian Pertahanan akan menggenapi persepsi publik tentang beliau," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini menilai sejumlah capaian tersebut tidak lepas dari kepiawaian Prabowo dalam menerjemahkan keinginan Jokowi, sekaligus pengalamannya di militer selama lebih dari dua dasawarsa.

"Kalau kita perhatikan, Prabowo, kan, minim pemberitaan, jarang sekali berkomentar kepada media selama menjabat Menhan. Nah, itu dibayar dengan berbagai prestasi tadi," pungkasnya.

(akd/ega)