Eks Pengacara Tuding Ayah Taqy Malik Rekayasa soal Pencabutan Kuasa

Yogi Ernes - detikNews
Minggu, 17 Okt 2021 08:52 WIB
Ayah Taqy Malik
Foto: dok. Instagram Ayah Taqy Malik
Jakarta -

Ayah Taqy Malik, Mansyardin Malik, dilaporkan oleh mantan pengacaranya, M Fayyadh, buntut pernyataannya soal pencabutan surat kuasa. Fayyadh mengaku hingga saat ini pihaknya belum pernah menerima surat pencabutan kuasa tersebut.

Surat pencabutan kuasa itu disebut dilakukan pada 30 September 2021 dan telah dikirim oleh Mansyardin Malik. Namun Fayyadh menuding ada rekayasa perihal penanggalan dalam surat pencabutan kuasa tersebut.

"Karena sampai sekarang pun saya belum menerima pencabutan itu. Jadi itu diindikasikan surat itu direkayasa, tanggalnya dimundurkan," kata Fayyadh di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (16/10/2021).

Laporan polisi dari Fayyadh ini merujuk pada keterangan Mansyardin Malik di Polda Metro Jaya pada Jumat (8/10). Saat itu ayah dari Taqy Malik tersebut mengaku telah mengirimkan surat pencabutan kuasa kepada Fayyadh per tanggal 30 September.

Fayyadh kemudian membantah adanya tindakan pencabutan surat kuasa tersebut. Menurutnya, dia dan mantan kliennya itu masih berkomunikasi mengenai perkara kasus dari selepas 30 September.

"Saya jelaskan, dia mencabut tanggal 30 September katanya. Tapi setelah tanggal 30 September, dia masih berkomunikasi dengan saya dan itu membahas masalah perkara yang lagi saya pegang terkait klien saya itu. Di situ bukti ada kebohongan dia mencabut kuasa kepada saya," terang Fayyadh.

"Itu hanya alih-alih dia menutupi terkait pengunduran diri saya. Kalau memang benar dia tanggal 30 September cabut (surat kuasa), kenapa nggak dari tanggal 30 September dia presscon? Kenapa baru setelah saya undurkan diri dia presscon bahwa tanggal 30 September dia cabut (surat kuasa)," tambahnya.

Fayyadh melaporkan Mansyardin Malik atas dugaan pelanggaran Pasal 310 dan 311 KUHP tentang fitnah dan pencemaran nama baik. Namun dia menyebut kemungkinan adanya penambahan pasal yang dilaporkan masih terbuka.

"Ini diduga Saudara MM, mantan klien saya, telah melakukan penyebaran berita bohong. Jadi tidak tertutup kemungkinan nanti pada proses penyelidikan bisa ditambah dengan Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946 dengan ancaman 10 tahun penjara," ujar Fayyadh.

Laporan dari Fayyadh kini telah terdaftar di Polda Metro Jaya. Laporan tersebut teregister dengan nomor LP/5135/X/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA, 16 Oktober 2021.

Untuk diketahui, Ayah Taqy Malik, Mansyardin Malik, mengaku telah mencabut kuasa dari M Fayyadh selaku kuasa hukumnya. Ada sejumlah alasan Mansyardin Malik mencabut kuasa kepada eks pengacaranya tersebut.

Salah satunya terkait komunikasi yang terjalin tidak baik di antara keduanya. Mansyardin Malik mengaku M Fayyadh selalu sulit untuk dihubungi ketika dia meminta pandangan hukum.

"Saya cabut itu. Semestinya gini, seorang klien dan lawyer harus terjalin komunikasi yang baik. Gampang dihubungi, ditelepon diangkat, di-WA dibalas. Itu tidak pernah saya rasakan," kata Mansyardin Malik di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (8/10).

Sejumlah bukti terkait pencabutan kuasa dari M Fayyadh selaku kuasa hukum Mansyardin Malik pun dibeberkan. Salah satunya terkait surat pencabutan kuasa kepada M Fayyadh telah dilayangkan empat hari sebelum eks pengacara itu membuat surat pengunduran diri.

"Surat kuasa Saudara M Fayyadh sudah dicabut tanggal 30 September 2021, dan dikirimkan ke alamat kantornya melalui JNE. Surat pengunduran dirinya 4 Oktober, sedangkan pencabutan tanggal 30 September 2021. Artinya, jangan sampai menggiring opini seakan-akan dia tidak mampu karena mengundurkan diri, tetapi klien kami yang tidak puas sehingga mencabut surat kuasanya 30 September," jelas tim kuasa hukum Mansyardin Malik, Halim Darmawan.

(ygs/eva)