Satgas Madago Raya Kejar Dua OTK yang Lintasi Pegunungan Parigi Moutong

Antara News - detikNews
Sabtu, 16 Okt 2021 23:38 WIB
Satgas Madago Raya
Satgas Madago Raya (Foto: Antara News)
Jakarta -

Satuan Tugas (Satgas) Madago Raya mengejar dua orang tak dikenal (OTK) yang melintas di wilayah pegunungan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Kedua OTK itu berhasil melarikan diri.

Dilansir dari Antara Sabtu (16/10/2021), kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 Wita, saat Tim Satgas Madago Raya melaksanakan penyisiran di wilayah Desa Tolai Barat, Dusun Gunung Sari, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Di perjalanan, tim melihat dua OTK melintas di wilayah tersebut dengan memakai baju hitam, celana panjang dan membawa ransel berwarna warna cokelat kotor. Melihat keduanya, Satgas langsung mengunci tembakan ke arah dua OTK, tapi keduanya berhasil melarikan diri.

Informasi tersebut dibenarkan oleh Danrem 132 Tadulako, Brigjen TNI Farid Makruf melalui pesan singkat, terkait informasi yang beredar.

"Iya betul mas," katanya melalui pesan singkat Whatasapp, Sabtu (16/10) malam.

Menurut Danrem 132 Tadulako, Tim Satgas Madago Raya masih melakukan pengejaran terhadap dua OTK tersebut.

"Masih pengejaran mas," jelasnya.

Satgas Madago Raya Buru 4 DPO Teroris MIT

Operasi pengejaran empat orang anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Sulawesi Tengah (Sulteng) diperpanjang hingga akhir Desember 2021. Operasi bersandi Operasi Madago Raya itu telah memasuki tahap keempat pada 2021.

"Sebagaimana diketahui, operasi dilaksanakan setiap tiga bulan," ungkap Kasatgas Humas Operasi Madago Raya Kombes Didik Supranoto seperti dilansir Antara, Jumat (1/10).

Menurut Didik, perpanjangan operasi ini telah dimulai sejak 1 Oktober hingga akhir Desember 2021. Dalam operasi ini, tidak ada penambahan personel dari TNI maupun Polri.

"Belum ada penambahan personel, sedangkan personel yang terlibat di Madago Raya sekitar 1.500 personel," jelasnya

Tim Satgas Madago Raya yang terbagi beberapa kelompok masih terus melakukan tugas dan fungsinya menanggulangi permasalahan terorisme yang terjadi di wilayah tersebut.

"Kemudian tim tetap melakukan kegiatan sesuai dengan job-nya. Tim Kejar melakukan pengejaran, kemudian Tim Sekat melakukan penyekatan agar mereka tidak bisa turun dan simpatisan tidak bisa naik memberikan bantuan, dan tim lain memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak terpengaruh dengan ajakan untuk melakukan tindak radikalisme," tutur Didik.

(eva/lir)