Sempat Tertimbun Reruntuhan, 2 Korban Gempa M 4,8 Bali Selamat

Sui Suadnyana - detikNews
Sabtu, 16 Okt 2021 17:34 WIB
Gempa dengan kekuatan magnitudo 4,8 mengguncang Karangasem, Bali, Sabtu (16/10/2021).
Foto Kerusakan Akibat Gempa M 4,8 di Bali: Antara Foto//Fikri Yusuf
Bali -

Dua orang korban gempa di Desa Terunyan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, selamat meski sempat tertimbun reruntuhan. Kedua orang tersebut adalah Ni Made Mudawati (50) dan Putu Novita Sari (18).

"Benar (dua orang yang selamat meski sempat tertimbun)," kata Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli, I Ketut Agus Sutapa, kepada detikcom, Sabtu (16/10/2021).

Berdasarkan laporan BPBD Provinsi Bali, kedua korban ini mengalami luka. Ni Made Mudawati mengalami luka berat dan Putu Novita Sari mengalami lika ringan.

Agus menjelaskan sebenarnya ada delapan korban longsor bukit di Desa Terunyan. Selain Ni Made Mudawati dan Putu Novita Sari, ada Ni Kadek Wahyu (25), Lionel Adi Putra (8), Dede Solikin Adi Putra (28), Ni Putu Wahyuni (28), Devina (4) dan bayi berusia 4 bulan yang belum diketahui identitasnya.

Dari delapan orang tersebut, sebanyak empat orang tertimbun. Mereka adalah Ni Made Mudawati, Putu Novita Sari, Ni Kadek Wahyuni, dan Lionel Adi Putra. Sementara itu, empat lainnya, yakni Dede Solikin Adi Putra, Ni Putu Wahyuni, Devina (4), dan bayi berusia 4 bulan, tidak tertimbun sehingga dapat melakukan evakuasi secara mandiri.

Dari empat orang yang tertimbun, dua orang, yakni Ni Made Mudawati dan Putu Novita Sari, selamat. Sedangkan dua sisanya, yakni Ni Kadek Wahyu dan Lionel Adi Putra, dipastikan meninggal dunia.

"(Yang korban longsor) delapan jiwa dalam satu keluarga. Empat bisa evakuasi mandiri, empat lagi tertimbun," jelas Agus Sutapa.

Salah satu korban longsor, Dede Solikin Adi Putra, mengatakan rumahnya di Desa Terunyan memang berada di dekat bukit. Sekitar pukul 04.00 Wita, bukit tersebut hendak runtuh akibat gempa.

"Kurang dari semenit langsung longsor. Kami lagi tidur langsung melarikan diri, tapi nggak sempat. Mau lari ke danau juga nggak sempat. Bukit langsung longsor dari belakang," terang Solikin.

"Kami enam orang selamat, dua meninggal, termasuk anak saya. Almarhum (anak saya Lionel Adi Putra) sama bibinya (Ni Kadek Wahyu) mau menyelamatkan diri, tapi kena runtuhan (dan akhirnya meninggal)," kisahnya.

Sebelumnya, tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa bumi 4,8 magnitudo yang berpusat di 8 km arah barat laut dari Kabupaten Karangasem, Bali. Selain korban meninggal dunia, tujuh orang mengalami patah tulang.

"Korban jiwa di Kabupaten Bangli 2 orang meninggal dunia. Kabupaten Karangasem 1 orang meninggal dunia, 7 orang patah tulang," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Made Rentin, kepada detikcom, Sabtu (16/10).

Selain Ni Kadek Wahyu dan Lionel Adi Putra, satu orang yang meninggal dunia sebagai korban gempa adalah Ni Luh Meriani (3) asal Dusun Jatituhu, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem.

(zap/zap)