Mereka Dorong Sanksi Hukum untuk Rachel Vennya yang Kabur dari Karantina

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 16 Okt 2021 10:19 WIB
Jakarta -

Kecaman terus mengalir ke selebgram Rachel Vennya, yang kabur dari karantina sepulang dari luar negeri. Banyak pihak yang mendorong agar selebgram itu dihukum untuk memberikan efek jera.

Rachel Vennya diketahui kabur dari karantina Wisma Atlet dibantu oleh anggota TNI berinisial FS. Rachel dibantu FS sejak tiba di Bandara Soekarno-Hatta.

Rachel Vennya disebut melakukan karantina selama tiga hari di Wisma Atlet. Padahal aturan pemerintah menyebut setiap warga negara Indonesia (WNI) harus melakukan karantina selama delapan hari setiba di RI.

Selain itu, Rachel tidak termasuk kategori orang yang pantas dikarantina di Wisma Atlet. Sebab, Keputusan Kepala Satgas COVID 19 Nomor 12/2021 pada 15 September 2021 menyatakan yang berhak mendapat fasilitas repatriasi karantina di RSDC Wisma Pademangan adalah pekerja migran Indonesia (PMI), pelajar atau mahasiswa Indonesia setelah mengikuti pendidikan atau melaksanakan tugas belajar dari luar negeri, dan pegawai pemerintah yang kembali ke Indonesia setelah perjalanan dinas dari luar negeri.

Peristiwa kaburnya Rachel Vennya dari Wisma Atlet ini membuat sejumlah masyarakat dan pemerintah geram. Salah satunya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menparekraf Sandiaga Uno.

Berikut suara kritik untuk Rachel agar dijatuhi sanksi hukum:

Menkes Budi Gunadi Sadikin

Budi Gunadi mengatakan sikap Rachel itu selfish. Dia juga meminta aparat memberikan hukuman ke Rachel sebagai efek jera.

"Sangat-sangat selfish," kata Menkes saat ditemui di Lebak, Banten, Kamis (14/10/2021).

Budi mengingatkan karantina itu bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan kepentingan masyarakat. Karantina bertujuan menekan risiko penyebaran Corona di RI.

"Harusnya dia segera masuk karantina lagi, dan dihukum supaya jangan melanggar lagi," ucap Budi

"Karantina kesehatan itu kan bukan untuk kepentingan dia sebenarnya, tapi buat masyarakat. Kalau dia melanggar, itu kan dia memberikan risiko ke publik," lanjutnya.

Menparekraf Sandiaga Uno

Sandiaga geram dan prihatin mendengar selebgram Rachel Vennya kabur dari karantina. Sandiaga menyebut aparat hukum harus turun tangan.

"Tentunya prihatin dan sekaligus geram ya, karena kita yang berusaha mengatasi pandemi ini, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan termasuk protokol karantina. Seorang public figure, yang semestinya menjadi contoh, justru tidak memberi contoh baik," kata Sandiaga seusai acara Apresiasi Kreasi Indonesia 2021 di Grand City Surabaya, Jumat (15/10).

Sandiaga menegaskan, meski pandemi COVID-19 melandai, bukan berarti masyarakat mengendurkan protokol kesehatan, termasuk protokol karantina. Ia meminta aparat hukum untuk menindaklanjuti kaburnya Rachel Vennya dari tempat karantina.

"Jadi ini seharusnya jadi periksa bagi kita semua, harusnya meningkatkan kita terhadap disiplin prokes dalam penerapannya. Tentunya, aparat hukum harus menindaklanjuti ini, karena ini tidak bisa jadi preseden dan harus kita berikan sanksi yang sesuai hukum agar bisa menjadi efek jera bagi para anggota masyarakat yang mencoba melanggar prokes dan protokol karantina," ucapnya.

Dia juga berpesan agar setiap public figure memberi contoh yang baik untuk masyarakat. Dia juga mengajak public figure saling menjaga.

"Saya minta tokoh-tokoh publik, juga public figure untuk menjadi contoh. Begitu kita menjadi selebgram, kita menjadi tokoh publik, kita punya tanggung jawab untuk memberi contoh yang baik," kata Sandiaga.

Tonton juga video icip-icip Subway yang baru buka lagi di Indonesia berikut ini:

[Gambas:Video 20detik]