Ibu di OKI Ngaku Sempat Diminta Polisi Damai dengan Terduga Pencabul Anaknya

M Syahbana - detikNews
Jumat, 15 Okt 2021 19:55 WIB
Ilustrasi Pencabulan Anak. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Ilustrasi pencabulan (Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Palembang -

Ibu berinisial DA (27) di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), melapor ke Polda Sumsel karena 2 anaknya diduga menjadi korban pencabulan. DA mengaku melapor ke Polda Sumsel usai dirinya diminta berdamai dengan terduga pelaku saat melapor ke Polres OKI.

"Awalnya saya disarankan oleh kades, masalah ini agar diselesaikan secara kekeluargaan atau mediasi. Saya tidak terima, karena ini kan menyangkut masa depan anak saya," kata DA kepada wartawan, Jumat (15/10/2021).

DA mengatakan dirinya sempat mendatangi Unit PPA Polres OKI untuk membuat laporan polisi. Dia mengaku sempat disarankan oleh pihak Polres OKI untuk menempuh jalur kekeluargaan atau mediasi dengan terduga pelaku pencabulan.

"Saya coba buat laporan di Unit PPA Polres OKI, tapi saya juga diarahkan untuk menempuh jalur kekeluargaan atau mediasi. Jelas saya tidak terima, kenapa saya disuruh damai," katanya.

Dia mengaku kecewa terhadap respons kades dan pihak Polres OKI. DA kemudian menempuh perjalanan 80 km untuk mendatangi Polda Sumsel demi melaporkan dugaan pencabulan terhadap dua anaknya.

Laporan dugaan pencabulan yang dialami keduanya anaknya itu kemudian diterima Polda Sumsel dengan Nomor: STTLP/937/X/2021/SPKT pada Selasa (12/10).

"Saya datang ke sini melaporkan pencabulan yang dialami dua anak perempuan saya," kata DA di Polda Sumsel, Selasa (12/10).

Laporan itu kemudian ditindaklanjuti oleh Polda Sumsel dengan melakukan penyelidikan. Pada Rabu (13/10), personel Ditreskrimum Polda Sumsel menangkap terduga pelaku yang merupakan paman korban, RO (20).

"Iya, sudah ditangkap. Sedang diperiksa," kata Dirreskrimum Polda Sumsel, Kombes Hisar Siallagan, saat dimintai konfirmasi.

"Pelaku sampai saat ini tidak mengakui perbuatan tersebut. Penyidik sementara kenakan (pasal) cabul (ke pelaku)," jelas Hisar.

Peristiwa ini terungkap setelah kedua korban yang masih berusia 3 tahun dan 7 tahun mengalami sakit ketika hendak buang air pada Sabtu (2/10). DA kemudian mendatangi Puskesmas dan memeriksakan keluhan anaknya itu dan dinyatakan ada dugaan pencabulan.

(haf/haf)