Bocah Hilang Diduga Diterkam Buaya di Buru, Polisi-SAR Turun Tangan

Antara - detikNews
Jumat, 15 Okt 2021 03:37 WIB
A French tourist who was bitten by a crocodile while trying to take a selfie in Khao Yai national park in Thailand is expected to recover (AFP Photo/WILLIAM WEST)
Ilustrasi (AFP Photo/WILLIAM WEST)
Jakarta -

Aparat kepolisian dari Polres Buru, Maluku, bersama tim SAR gabungan melakukan pencarian seorang bocah berusia sembilan tahun yang hilang. Bocah tersebut diduga diterkam buaya di Desa Kaki Aer, Kecamatan Teluk Kayeli.

"Bocah sembilan tahun yang hilang ini diketahui bernama Sakira Natania Safrulla," kata Kasubag Humas Polresta Buru, Aipda Djamaludin seperti dilansir Antara, Jumat (15/10/2021).

Peristiwa dua hari lalu itu diketahui setelah Polres Buru menerima laporan seorang anggota polisi bernama Firman (36) serta laporan koordinator pos SAR Namlea pukul 16.15 WIT tentang anak yang hilang diduga diterkam buaya.

Korban saat itu sedang mandi di kali dekat rumah sekitar pukul 15.00 WIT bersama rekannya, sedangkan pada pukul 16.00 WIT teman- temannya melapor kepada warga kalau korban diterkam buaya.

"Tindakan yang dilakukan petugas setelah menerima laporan tersebut adalah melakukan koordinasi dengan Basarnas dan melaksanakan persiapan pencarian pada pukul 16.30 WIT," ujarnya.

Tim yang melakukan pencarian terdiri atas tiga personel KP XVI-1008, dua personel KP.XVI-2002, satu personel Satuan Polairud Polres Buru, menggunakan KP XVI-1008 bertolak dari Pos Sandar Namlea menuju Desa Kaki Aer dengan jarak tempuh sekitar 5 nm.

Setibanya tim SAR gabungan di desa tersebut dilakukan koordinasi dengan kepala desa untuk mencari korban, namun belum membuahkan hasil. Pada pelaksanaan operasi SAR hari pertama, tim menangkap seekor buaya dan membelah perutnya untuk mencari jasad korban namun tidak ada.

Secara terpisah, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon Mustari mengaku telah dilakukan operasi pencarian selama dua hari namun belum membuahkan hasil.

"Hari ini dilanjutkan operasi hari kedua namun hasilnya masih nihil," katanya.

(rfs/rfs)