Semarang Dinilai Sukses Tangani Pandemi Berkat Tata Kelola Kota Cerdas

Jihaan Khoirunnissa - detikNews
Kamis, 14 Okt 2021 21:56 WIB
Pemkot Semarang
Foto: Pemkot Semarang
Jakarta -

Kota Semarang dinilai sukses dalam memaksimalkan pemanfaatan teknologi untuk mempercepat penanganan COVID-19. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan pencapaian tersebut berkat sistem kota cerdas yang digagasnya.

Saat menjadi pembicara di Indo Smart City Forum dan Expo 2021 di Rich Jogja Hotel Rabu (13/10), Hendrar atau yang akrab disapa Hendi ini menekankan inti pembangunan kota cerdas tidak melulu berorientasi pada pemutakhiran teknologi. Menurutnya, dalam membangun sistem kota cerdas, Kota Semarang berfokus pada peningkatan kemampuan pemerintah untuk memahami persoalan masyarakat serta memberikan solusi.

"Di Semarang, kota cerdas tidak hanya tentang digitalisasi, namun cerdas dalam memahami persoalan masyarakat. Contohnya, dalam menghadapi pandemi diperlukan langkah yang tegas. Ketika wilayah kesehatan diserang, sistem kota cerdas harus mampu mengintegrasikan data ketersediaan tempat tidur rumah sakit secara menyeluruh, juga termasuk tempat isolasi terpusat dari mulai tingkat kota hingga di balai - balai RW," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (14/10/2021).

Hendi juga menjelaskan pembangunan kota cerdas tidak harus mencontoh daerah lain. Sebab setiap wilayah dinilainya mempunyai tantangan dan karakteristik yang berbeda. Diungkapkannya, Kota Semarang juga tidak menjadikan penerapan smart city di Australia dan Singapura sebagai patokan, karena membutuhkan anggaran yang tidak sedikit dalam pembangunannya. "Fokusnya pada apa yang dibutuhkan masyarakat, dengan tujuan memberikan solusi dan kemudahan," jelasnya.

Selain itu dia mengatakan pemanfaatan digitalisasi di Kota Semarang hanya bersifat sebagai pendukung. Dengan digitalisasi diharapkan dapat mempercepat langkah - langkah yang diambil oleh pemerintah. Sebut saja layanan daring pada portal Semarangkota.go.id, yang di dalamnya masyarakat dapat memperoleh informasi terkait pelayanan publik mulai dari pelayanan administrasi kependudukan, layanan pembayaran pajak, hingga informasi terkini mengenai COVID-19.

"Artinya dalam penanganan pandemi COVID-19, pemerintah dapat mengambil keputusan cepat terkait kebutuhan masyarakat yang didukung dengan kemajuan digitalisasi yang kini kian berkembang," tuturnya.

Menurutnya upaya tersebut membuahkan hasil yang baik. Meski masih di level 2, namun jumlah kasus positif di Kota Semarang semakin berkurang. Dia menyebut saat ini hanya ada 21 pasien yang terkonfirmasi positif.

Adapun soal vaksinasi, lanjut dia, capaian vaksin tahap 1 sudah berada di angka 103% dari target, tahap 2 ada di 75%, dan tahap 3 untuk tenaga kesehatan pun overtarget. Pihaknya berharap dari berbagai upaya ini hasilnya akan dirasakan secara langsung dan dapat semakin menurunkan angka COVID-19 di Kota Semarang.

(ega/ega)