Cerita Sekjen DPR soal Surat Amnesti Saiful Mahdi Sempat Mampir ke Roma

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 14 Okt 2021 19:44 WIB
Indra Iskandar dilantik menjadi Sekretaris Jenderal DPR yang baru. Pelantikan dilakukan di Nusantara IV, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/5/2018).
Sekjen DPR RI Indra Iskandar (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Sekjen DPR RI Indra Iskandar bercerita soal surat DPR tentang amnesti Saiful Mahdi sempat dikirim ke Roma. Surat tersebut mampir ke Roma lantaran harus ditandatangani Ketua DPR RI Puan Maharani yang ketika itu tengah menghadiri Seventh Group of 20 Parliamentary Speakers' Summit (P20).

Indra bercerita, pada Kamis (7/10/2021), rapat paripurna DPR menyetujui amnesti dari Presiden Jokowi untuk Saiful Mahdi. Ketika itu, Puan Maharani tengah berada di Roma langsung memerintahkan Indra agar surat persetujuan DPR itu segera ditandatangani olehnya dan diserahkan kembali ke Presiden Jokowi.

"Jadi, begitu rapat paripurna DPR di Jakarta menyetujui amnesti untuk Saudara Saiful, hari itu juga draf surat yang harus ditandatangani Ketua DPR di-e-mail, dan kami print di Roma," kata Indra dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (14/10).

Indra menyebut setelah dicetak, surat persetujuan DPR RI itu langsung ditandatangani langsung oleh Puan sebagai Ketua DPR, yang tengah menghadiri pembukaan P20 di Roma. Setelah itu, kata Indra, surat tersebut langsung dibawa olehnya kembali ke Jakarta. Surat itu juga langsung dikirimkan ke Presiden Jokowi melalui Setneg.

"Saya sodorkan ke Ibu Ketua DPR sehabis beliau menyampaikan pidato di pembukaan P20, dan langsung ditandatangani saat itu juga," kata Indra.

"Begitu sampai di Jakarta, kami langsung serahkan ke Presiden melalui Setneg," lanjutnya.

Indra menyebut proses administrasi yang cepat terhadap surat persetujuan DPR atas amnesti Saiful Mahdi ini agar dosen Universitas Syiah Kuala Banda Aceh yang dihukum 3 bulan penjara tersebut cepat bebas dari penjara. Menurutnya, kebebasan Saiful Mahdi juga bergantung pada surat DPR.

"Saudara Saiful kan baru bisa bebas kalau Keppres keluar, dan Keppres bisa keluar kalau Presiden sudah menerima surat persetujuan yang ditandatangani Ketua DPR," ujar Indra.

Indra menyampaikan sejak awal Puan selalu berpesan agar proses atas surat amnesti Saiful harus dilakukan secepatnya. Dengan begitu, Saiful juga bisa lebih cepat menghirup udara bebas.

Simak juga video 'Ungkapan Syukur Dosen Unsyiah Usai Bebas dari Bui karena Amnesti Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.