Bali Terima Turis Asing Tanggal 14 Oktober, 20 Ribu Kamar Hotel Terpesan

Sui Suadnyana - detikNews
Kamis, 14 Okt 2021 19:40 WIB
Konferensi pers Gubernur Bali Wayan Koster dan berbagai jajaran terkait pembukaan wisman di Bandara Ngurah Rai. (Sui Suadnyana/detikcom)
Konferensi pers Gubernur Bali Wayan Koster terkait pembukaan pintu masuk turis asing mulai tanggal 14 Oktober. (Sui Suadnyana/detikcom)
Denpasar -

Pintu pariwisata untuk turis mancanegara di Bali sudah mulai dibuka per tanggal 14 Oktober. Gubernur Bali Wayan Koster mengungkap turis asing dari Eropa hingga Asia Tengah sudah memesan sekitar 20 ribu kamar hotel.

Pesanan kamar hotel itu dilakukan turis asing dari 19 negara yang sudah diperbolehkan masuk ke Bali. Berbagai negara yang boleh masuk adalah Arab Saudi, United Arab Emirates, Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, China, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Prancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia.

"Dari laporan yang saya terima kemarin, dari 19 negara itu, memang sudah ada yang pesan (kamar) hotel. Beberapa negara itu sampai 3.000 yang memesan, ada yang 2.000, ada yang 1.500," kata Koster saat konferensi pers di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Kamis (14/10/2021).

"Dari Eropa cukup banyak saya lihat. Kalau ditotal itu bulan November yang pesan 20 ribuan saya kira yang sudah pesan di bulan November dari per hari kemarin," tambahnya.

Koster mengatakan, dari 19 negara tersebut, wisman yang paling banyak memesan kamar hotel berasal dari negara China, India, Jepang, dan Korea Selatan. Kemudian ada Italia, Prancis, Spanyol, Swedia, Polandia, Hongaria, dan Norwegia.

Koster mengatakan terbitnya Surat Edaran Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Nomor 20 Tahun 2021 dan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI.Nomor M.HH-03.GR.01.05 Tahun 2021 dapat memberikan kepastian bagi wisman ke Bali.

Melalui adanya regulasi ini, Koster memprediksi akan terjadi peningkatan pemesanan dari berbagai negara, meski bulan ini diperkirakan belum terdapat kedatangan wisman.

"Yang bulan ini belum (ada kedatangan) karena kan regulasinya baru keluar ini. Karena butuh waktu, negaranya butuh waktu, wisatawannya juga butuh waktu," jelas Koster.

"Ini kan baru tanggal 14. Mudah-mudahan di akhir Oktober paling lambat sudah ada penerbangan ke Bali. Entah itu penerbangan carter atau apa gitu sebagai suatu tanda mulainya wisatawan mancanegara ke Bali," tambahnya.

(nvl/nvl)