Silaturahmi dengan PCNU Banyuwangi, Kapolri Ajak Perkuat Penanganan COVID

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 14 Okt 2021 18:08 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Dok. Polri)
Jakarta -

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersilaturahmi dengan PCNU Banyuwangi. Sigit menyampaikan apresiasi atas sambutan yang hangat dari PCNU Banyuwangi.

Dalam sambutannya, Sigit pun mengingat bagaimana perjalanan karirnya selama menjadi anggota Polri tak lepas dari keberadaan NU. Bahkan, sejak dia masih menjabat Kapolres hingga saat ini menjadi Kapolri.

"Kami saling bersinergi dalam kegiatan-kegiatan yang memang diperlukan menjaga situasi kamtibmas agar kondusif," kata Sigit dalam keterangan tertulis, Kamis (14/10/2021).

Mantan Kapolda Banten ini mengaku sudah menjadi keluarga besar NU sejak dulu.

"Saya merasa sudah menjadi keluarga besar NU semenjak dari dulu dan ini akan terus sampai kapan pun," ujar Sigit.

Dalam kesempatan ini, mantan Kabareskrim Polri ini membahas bagaimana penanganan COVID-19 di Banyuwangi, Jawa Timur yang sudah cukup baik. Dari laporan yang diterima, angka vaksinasi di Banyuwangi sudah mencapai 60 persen.

Hal tersebut, kata Sigit, tak lepas dari peran serta Pemerintah Daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh masyarakat. Apresiasi pun disampaikan oleh Sigit.

"Karena kalau ini tidak gayung bersambut susah mencapai 60 persen. Saya bersama Panglima setiap saat berusaha bagaimana serbuan vaksinasi bisa dilaksanakan. Ada juga beberapa wilayah yang sudah diserbu masih alot, masih 29 persen, 30 persen gitu aja terus. Jadi kalau Banyuwangi sudah 60 persen, saya berikan apresiasi," ucap Sigit.

Dia meminta agar capaian vaksinasi ini terus ditingkatkan supaya laju pertumbuhan COVID-19 bisa ditekan. Saat ini, Kabupaten Banyuwangi sudah masuk PPKM level 1. Hal itu tentunya akan berimbas pada pelonggaran aktivitas masyarakat.

"PPKM level 2 atau 1 jauh lebih longgar sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti normal, tapi belum normal," kata Sigit.

Meskipun wilayah Banyuwangi sudah berada di PPKM level 1, Sigit mengingatkan bahwa pandemi COVID-19 di Indonesia belum selesai. Secara nasional, angka vaksinasi harus mencapai 70 persen untuk tercapainya herd immunity.

Untuk itu, Sigit tetap meminta masyarakat, khususnya di wilayah Banyuwangi, tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) agar angka COVID-19 di Indonesia tak kembali meningkat.

"Ini tentunya PR kita bersama untuk betul-betul bisa menjaga. Kita ingat bulan Juli lalu kita pernah berada di mana angka harian COVID-19 sebanyak 56 ribu kasus. Itu adalah peristiwa yang pernah kita lalui dan ini tak boleh terjadi lagi. Kita tetap waspada, kita boleh gembira tapi tetap waspada. Dengan mengingat dulu pernah begitu, hari ini kita pertahankan agar tak terjadi lagi," ujar Sigit.

Sigit berharap angka vaksinasi di Banyuwangi meningkat 70 persen pada akhir Oktober. Dia pun yakin lantaran dari laporan PCNU meminta serbuan vaksinasi agar ditingkatkan.

"Jadi tak ada lagi masyarakat yang takut vaksin dan semua sudah menunggu vaksinasi. Tinggal Dinkes, vaksinator TNI-Polri, relawan yang bergabung memperkuat dan meningkatkan laju suntikan sehingga laju pencapaian harian vaksinasi bisa sesuai target yang sudah ditentukan," tutur Sigit.

Penanganan COVID di Indonesia

Sigit menyampaikan saat ini Indonesia menjadi negara nomor satu di Asia Tenggara yang bisa menekan laju pertumbuhan COVID-19. Prestasi ini, lanjut Sigit, bukanlah hal yang main-main sebab negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia masih melakukan pembatasan dan lockdown terbatas.

Selain itu, kata Sigit, Indonesia sudah bisa melaksanakan event Pekan Olahraga Nasional (PON). Setelah ini, akan ada event internasional lainnya yang diselenggarakan Indonesia seperti konferensi G20 di Bali dan penyelenggaraan World Superbike Championship (WSBK) di Mandalika, NTB.

"Artinya di sisi negara lain melakukan lockdown, Indonesia sudah berani event, baik sifatnya nasional maupun internasional. Ini berhasil berkat sinergitas, kerja keras antara seluruh stakeholders, antara pemerintah dan masyarakat, dan ini harus dipertahankan," ujar Sigit.

Dia pun mengakui, dengan mulainya ada penyelenggaraan event, baik nasional maupun internasional, akan ada risiko transmisi penularan virus. Untuk itu, hal ini menjadi pekerjaan bersama agar angka COVID-19 di Indonesia tak kembali meningkat dengan tetap mematuhi prokes dan mempercepat vaksinasi.

"Kita berani melaksanakan event, masyarakat mulai berani melaksanakan kegiatan, Indonesia saat sudah dicabut travel warning-nya kita bisa masuk ke beberapa negara termasuk dalam kegiatan, baik umrah dan haji. Jadi ini memang menjadi PR kita ke depan bagaimana setelah kita buka ruang interaksi antardaerah, nasional, internasional kita bisa tetap menekan laju pertumbuhan COVID-19," tutup Sigit.

Tonton video 'Per 14 Oktober Kasus Covid di RI Tambah 1.053, Kematian 37':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/fjp)