Forkom Desa Wisata Benarkan Pariwisata Bali Lebih Dinikmati Pemodal dari Luar

Sui Suadnyana - detikNews
Kamis, 14 Okt 2021 15:34 WIB
Ilustrasi Bali (Angga Riza/detikcom)
Ilustrasi Bali (Dok. detikcom)
Denpasar -

Forum Komunikasi (Forkom) Desa Wisata Bali sepakat dengan pernyataan Gubernur Bali Wayan Koster yang menyebut pariwisata di Pulau Dewata lebih banyak dinikmati pemodal dari luar ketimbang warga lokal. Hal ini terlihat dari kepemilikan hotel di Bali.

"Apa yang disampaikan beliau (Gubernur Bali) ada benarnya," kata Ketua Forkom Desa Wisata Provinsi Bali I Made Mendra Astawa saat dihubungi detikcom, Kamis (14/10/2021).

Mendra mengatakan keberadaan hotel di Bali yang dimiliki oleh orang lokal tidak lebih dari 10 persen. Kebanyakan hotel-hotel tersebut justru dimiliki oleh orang dari luar Bali.

Menurutnya, adanya investor dari luar memang akan memberikan lapangan pekerjaan yang cukup besar di Bali. Namun dana yang dihasilkan dari dalam Bali juga bakal lebih banyak lari ke luar.

Maka dari itu, Mendra mengusulkan agar pembangunan pariwisata ke depan lebih banyak memperkuat perekonomian yang ada di desa beserta di berbagai daerah tujuan wisata (DTW) yang ada. Melalui upaya itu, perputaran uang akan ada di desa.

"Sudah cukup lah kita membangun bangunan fisik yang seperti hotel yang dimiliki orang luar. Dan di masa pandemi ini, mereka (pemodal) tidak mempunyai tanggung jawab dan mereka melepaskan begitu saja pekerjanya," jelas Mendra.

Mendra menegaskan, pembangunan pariwisata ke depan harus berbasis community base tourism. Konsep ini mengedepankan masyarakat sendiri sebagai pelaku langsung dalam keberadaan pariwisata di wilayahnya sendiri.

"Jadi apa yang tyang (saya) sampaikan adalah bahwasanya pembangunan desa wisata itu adalah memberikan suatu asas manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat, bukan untuk pemodal. Makanya perlu diperkuat dengan pembangunan desa wisata," terang Mendra.

"Jadi tidak pariwisata asing yang dibangun di desa. Jadi pariwisata adalah bonus dari kehidupan masyarakat desa. Dan kita sadari tulang punggung pariwisata ini sudah kejawab, makanya yang bertahan itu semua masyarakat di desa," imbuh Mendra.

Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster mengungkap keunggulan pariwisata Pulau Dewata tidak banyak manfaatnya secara langsung kepada masyarakat. Menurutnya, pariwisata Bali hanya dinikmati oleh pemodal dari luar.

"Selama ini pariwisata itu tidak banyak manfaatnya langsung kepada masyarakat Bali, hanya dinikmati oleh segelintir orang, terutama para pemodal dari luar," kata Koster saat menerima kunjungan kerja Komisi II DPR RI di kantor Gubernur Bali, Senin (11/10).

(nvl/nvl)