Komnas HAM: Polisi 'Smackdown' Mahasiswa Potensial Melanggar HAM!

Firda Cynthia Anggrainy Al Djokya - detikNews
Kamis, 14 Okt 2021 13:30 WIB
Choirul Anam
Choirul Anam (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengecam tindakan aparat kepolisian yang membanting mahasiswa ala 'smackdown' saat demonstrasi di Kabupaten Tangerang, Banten. Komnas HAM menilai tindakan itu berpotensi melanggar hak asasi manusia.

"Komnas HAM mengecam tindakan represif dan kekerasan yang dilakukan oleh petugas kepolisian terhadap aksi demonstrasi mahasiswa kemarin di depan Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya tindakan men-smackdown salah satu peserta aksi," kata Ketua Komnas HAM Choirul Anam kepada wartawan pada Kamis (14/10/2021).

"Tindakan ini tidak sesuai dengan prinsip-prinsip kemanusiaan dan tentu saja ini potensial melanggar hak asasi manusia," sambung Choirul Anam.

Choirul Anam mengatakan tindakan polisi itu berpotensi melanggar protap internal. Dengan demikian, ia mendesak polisi menindaklanjuti kejadian ini agar tak terulang kembali.

"Kami yakin juga melanggar protap internal kepolisian. Oleh karenanya, ini harus diupayakan agar tidak terulang kembali di mana pun dan untuk siapa pun di Indonesia," kata dia.

Lebih lanjut, Choirul menyampaikan Komnas HAM telah melakukan pemantauan awal atas kejadian ini dengan cara berkomunikasi dengan Kapolres Tangerang. Kapolres Tangerang, lanjutnya, menginformasikan bahwa Propam Polri dan Paminal Polda Banten sudah melakukan pemeriksaan terhadap petugas tersebut.

"Oleh karenanya, dalam pemeriksaan ini, kami berharap agar kepolisian, Propam, Paminal baik dari Polda maupun dari Mabes Polri bisa bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel," tegasnya.

"Pentingnya bekerja dalam prinsip-prinsip itu agar memastikan bahwa peristiwa-peristiwa di kelak kemudian hari tidak berulang kembali dan menjadi satu efek jera ketika ini memang ada kekerasan atau pelanggaran kepada siapa pun anggota kepolisian untuk tidak melakukan hal serupa," lanjutnya.