Pelatih Surfing-Mahasiswa Jakarta Edarkan Narkoba di Bali, 1 Kg Ganja Disita

Sui Suadnyana - detikNews
Kamis, 14 Okt 2021 12:14 WIB
Pelatih surving dan mahasiswa asal Jakarta di Bali ditangkap polisi karena mengedarkan ganja. (dok. Istimewa)
Pelatih surfing dan mahasiswa asal Jakarta di Bali ditangkap polisi karena mengedarkan ganja. (dok. Istimewa)
Denpasar -

Polisi menangkap dua pemuda di Kota Denpasar, Bali karena mengedarkan narkoba jenis ganja. Keduanya ialah Ruliff (18), yang merupakan pelatih surfing, dan Faris (23), mahasiswa asal Jakarta.

"(Barang buktinya) ganja, beratnya 1.181 gram (1 kilogram). Ini tersangkanya berinisial R dan F. TKP-nya di kawasan Pecatu, Kuta Selatan," kata Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan kepada wartawan di Mapolresta Denpasar, Kamis (14/10/2021).

Jansen mengatakan Ruliff menjadi instruktur surfing di kawasan pariwisata The Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Kemudian status Faris merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di DKI Jakarta dan sudah menjelang pengerjaan skripsi.

"Dia (Faris) main ke Bali, dia punya barang (narkotika kemudian) diedarkan. Aslinya orang Jakarta. Dia kuliah di sana, karena mungkin bisa (kuliah) online, dia sudah mempersiapkan skripsi, lalu kita amankan (sebagai pelaku pengedar narkoba)," jelas Jansen.

Perkara ini terungkap ketika tim Satuan Reserse (Satres) Narkoba melakukan penyelidikan akan ada transaksi narkoba di seputaran Jalan Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Pada Senin (27/9) sekitar pukul 20.00 Wita, petugas melihat tersangka dengan gerak-gerik mencurigakan di tempat kejadian perkara (TKP).

Selanjutnya petugas melakukan penangkapan dan penggeledahan tersangka. Saat itu ditemukan barang bukti di sepeda motor pelaku.

"Menurut keterangan tersangka, barang bukti tersebut adalah miliknya dari seseorang yang biasa dipanggil Fahri dengan cara mengambil tempelan, tersangka berperan sebagai kurir narkoba jenis ganja dan dijanjikan upah Rp 500 ribu," jelas Jansen.

Kini polisi mengganjar kedua pelaku dengan Pasal 111 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam pidana penjara seumur hidup atau paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun serta pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.

(nvl/nvl)