Polisi: Germo Jadikan Prostitusi ABG di Kalibata City sebagai Pekerjaannya

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 14 Okt 2021 10:57 WIB
Polisi bongkar prostitusi ABG di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan
Polisi membongkar prostitusi ABG di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta -

Polres Metro Jakarta Selatan menangkap 5 muncikari prostitusi online terhadap anak di bawah umur di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Para pelaku ini menjadikan prostitusi online sebagai pekerjaan sehari-hari.

"Ya ini kerjanya (prostitusi online)," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Azis Andriansyah dalam jumpa pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (13/10/2021).

Kelima muncikari itu adalah CD (25) sebagai pengantar-jemput korban atau joki, FH (18) yang menjual korban via online, AM (36) sebagai penyewa apartemen penampung korban, AL (19) sebagai jual korban via online, dan DA (19) sebagai penjual korban via online.

Azis menyebut praktik prostitusi online sejatinya tidak akan hanya berhenti di satu tempat saja tapi juga menyebar di beberapa tempat. Bahkan, kata Azis, kejahatan itu akan terus ada sampai hari kiamat tiba.

"Ya jadi sebenernya tidak di situ saja, saya yakin ada di tempat-tempat lain, ada di tempat-tempat lain, ya gimana ya kalau saya menjawab di sini, itu kejahatan yang sampai kiamat mungkin bakalan ada seperti itu," kata Azis.

Azis menerangkan kejahatan prostitusi online akan terus terjadi berulang kali. Berangkat dari itulah polisi akan tetap mengawasi dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Jika tidak mempan juga, polisi akan melakukan tindakan represif.

"Saya menjawab gitu nggak pas juga, tapi itu bakal ada sampai terus-menerus, kita hanya bisa mengawasi, menimbulkan kesadaran melalui kegiatan-kegiatan sosialisasi imbauan dan lain sebagainya. Jika ini tidak mempan kita represif, tapi sampai kapan pun, menurut pendapat saya nih, ini akan terus ada sampai hari akhir nanti seperti ini, kita hanya saling membantu aja, saling memberikan informasi saja gitu," tutur Azis.

Dalam kasus ini polisi menangkap 5 orang laki-laki yang merupakan muncikari. Mereka menawarkan korban ke pria hidung belang melalui aplikasi MiChat.

Kasus ini terungkap setelah polisi menyelidiki laporan anak hilang. Dari hasil pencarian polisi, korban ditemukan di Apartemen Kalibata City dan telah diperbudak seks oleh para pelaku.

"Di situ kita menemukan dia bersama beberapa laki-laki ini, ternyata laki-laki ini adalah bertindak selaku muncikari yang menjajakan dua anak tersebut melalui aplikasi MiChat, anak-anak tersebut semenjak dia berada di salah satu apartemen tersebut mulai dijajakan oleh para mucikari ini ya," kata Azis.