Kunjungi Ponpes di NTB, Sekjen PPP Bicara Peran Santri dalam Politik

Akfa Nasrulhak - detikNews
Kamis, 14 Okt 2021 10:47 WIB
PPP
Foto: Dok. PPP
Jakarta -

Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arwani Thomafi mengungkapkan pentingnya bagi umat Islam untuk terlibat aktif dalam politik. Ia menekankan hal ini agar pemangku kebijakan bisa memahami aspirasi umat.

"Begitu pentingnya politik agar para pemangku kebijakan-kebijakan pemerintah itu diisi oleh para santri dan politisi-politisi yang memahami aspirasi umat," kata Arwani dalam keterangan tertulis, Kamis (14/10/2021).

Di hadapan para santri Pondok Pesantren Khudwatus Solihin, Lombok Timur, pada Selasa (12/10) itu, ia mengingatkan supaya politik tidak hanya dimaknai perebutan kekuasaan atau jabatan semata. Politik menurutnya, harus dilihat sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan umat Islam.

"Contohnya, untuk mengembangkan pendidikan di pondok pesantren, untuk menjamin kelancaran umat dalam menjalankan aktivitas ibadah dan aktivitas keagamaan lainnya," tutur pria yang akrab disapa Gus Sekjen ini.

Lebih lanjut Arwani menjelaskan, bahwa partainya memaknai politik sebagai upaya kerja keras untuk mewujudkan tatanan umat yang lebih baik dan menyelamatkan kehidupan di dunia dan akhirat.

"Karena dengan adanya kekuatan politik Islam, Insyaallah kehidupan keagamaan, aktivitas keagamaan akan terus berlangsung dan berkembang," jelasnya.

Sebagai partai yang berasaskan Islam, lanjut Arwani, PPP selalu konsisten dalam memperjuangkan aspirasi umat dan menjadi bagian penting lahirnya kebijakan-kebijakan politik keumatan, seperti melahirkan undang-undang bernuansa Islami.

"PPP berjuang atas lahirnya UU Perkawinan, UU infaq, zakat dan shodaqoh. Baru-baru ini kita menjadi garda terdepan atas lahirnya Undang-Undang Pesantren hingga lahirnya Perpres Pendanaan Penyelenggaran Pesantren atau Perpres PPP, " tandasnya.

Disamping itu, Arwani mengatakan saat ini PPP juga tengah menjadi inisiator Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol. Keberadaan UU itu nantinya diharapkan dapat melindungi umat Islam khususnya generasi bangsa dari bahaya minuman keras.

Selain mengunjungi Pesantren Khudwatus Solihin, Arwani beserta rombongan juga mengunjungi Pesantren Nurul Islam, Sekarbela, kemudian bersilaturahmi ke sejumlah tokoh agama di NTB serta menghadiri Haul Datoq Lopan di Praya Lombok Tengah.

(akn/ega)