Anggota Komisi IX Minta Rachel Vennya Disanksi Tegas Usai Kabur Karantina

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 14 Okt 2021 09:39 WIB
Jakarta -

Selebgram Rachel Vennya diduga kabur dari karantina di Wisma Atlet Pademangan sepulang dari Amerika Serikat. Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PKS, Netty Prasetiyani Aher, meminta Rachel Vennya diberi sanksi tegas.

"Jika memang terbukti kabur dari masa waktu yang ditentukan oleh protokol kesehatan, maka harus diberi sanksi tegas," kata Netty kepada wartawan, Kamis (14/10/2021).

Netty meminta pemerintah tidak membiarkan peristiwa kaburnya Rachel Vennya. Dia mengatakan Rachel Vennya merupakan selebgram yang harus memberi contoh.

"Jangan ada pembiaran dan pembedaan sikap kepada siapa pun itu. Apalagi yang melakukan ini seorang public figure yang banyak dijadikan contoh oleh masyarakat," ujarnya.

Ketua DPP PKS ini meminta pemerintah harus bertindak tegas. Dia mengatakan tindakan tegas diperlukan demi mencegah kecemburuan sosial di masyarakat.

"Selain itu, kalau tidak ada sanksi yang tegas dari pemerintah, dikhawatirkan akan menimbulkan kecemburuan sosial. Jangan sampai rakyat berpikir bahwa pemerintah pilih-pilih dalam memberikan sanksi. Kalau ini yang terjadi, rakyat akan masa bodoh dengan ketentuan protokol kesehatan," tuturnya.

Anggota Komisi IX Fraksi PKB Arzeti Bilbina mengatakan semua aturan harus berlaku sama untuk seluruh warga Indonesia tanpa terkecuali. Dia menegaskan semua pihak harus mematuhi aturan yang berlaku.

"Hukum itu berlaku bagi seluruh rakyat Indonesia. Siapa pun dia harus taat hukum. Kita kan negara hukum," ujarnya.

Apalagi, katanya, pemerintah telah membuat surat edaran yang bersifat mengikat. Dia mengatakan semua elemen masyarakat dan pejabat pemerintah sekalipun harus menaati aturan yang ada.

"Berdasarkan undang-undang masa karantina, WNA maupun WNI yang melakukan perjalanan internasional harus melakukan karantina selama 14x24 jam. Berlaku bagi mereka yang datang dari negara yang mengalami lonjakan kasus COVID-19. Sedangkan bagi WNA dan WNI dari negara dengan eskalasi kasus positif COVID-19 rendah, harus karantina selama masa 8x24 jam," ujarnya.

"Seperti yang tertuang dalam Keputusan Ketua Satgas Penanganan Nomor 12 Tahun 2021 yang diteken oleh Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Ganip Warsito pada 15 September 2021. Jadi semua warga harus menaati peraturan tersebut, tanpa kecuali," sambung Arzeti.

Belajar dari Jouska: Hati-hati Godaan Investasi Uang Cepat

[Gambas:Video 20detik]