KPAI Minta Manajemen Apartemen Kalibata City Serius Cegah Prostitusi

Arief Ikhsanudin - detikNews
Kamis, 14 Okt 2021 08:18 WIB
Ilustrasi fokus (bukan buat insert) Prostitusi Anak di Kalibata (Fuad Hasim/detikcom)
Ilustrasi prostitusi anak di Kalibata (Fuad Hasim/detikcom)
Jakarta -

Kasus prostitusi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, kembali terungkap. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta manajemen Kalibata City serius mencegah prostitusi di lingkungan yang dikelola.

"Untuk mencegah kasus serupa, hemat saya, perlu perbaikan manajemen agar ke depan tak terjadi lagi. Kasus ini bukan pertama. Jadi perlu upaya serius untuk pencegahan," kata Ketua KPAI Susanto saat dihubungi, Rabu (13/10/2021).

Komisioner KPAI lainnya, Ai Maryati Solihah, menilai perlu ada penanganan khusus untuk memberantas prostitusi di Apartemen Kalibata City. Sebab, prostitusi di sana hilang dan timbul.

"Perlu ada penanganan khusus di Kalibata City, seperti lokalisasi terselubung. Beberapa kali terkuak, hilang, terjadi lagi," ucap Maryati.

Menurut Maryati, KPAI pernah memanggil manajemen Kalibata City terkait kasus serupa. Pihak Kalibata City pun kooperatif memenuhi panggilan KPAI.

"Mereka kalau dengan kami menyampaikan, 'Kami punya visi, kami menghendaki lingkungan bersih'. Kami undang ke KPAI, mereka datang," ungkap Maryati.

Maryati menduga penyebab masih adanya prostitusi di Apartemen Kalibata City adalah ada celah. Dia menyarankan agar manajemen ikut mengintervensi perihal sewa-menyewa apartemen.

"Mungkin karena ada celah, antarpemilik (hunian) atau brokernya yang harus saling terbuka. Yang harus intervensi manajerial," sebutnya.

Sebelumnya, Polres Jakarta Selatan membongkar praktik prostitusi online terhadap anak di bawah umur di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Ada lima muncikari yang ditangkap terkait kasus ini.

"Peristiwa ini diduga diketahui tanggal 4 Oktober 2021. Ini melibatkan dua orang korban anak dengan umur 16 tahun, perkiraan sekitar kelas II SMA, di bawah umur. Berikutnya diduga dilakukan oleh lima orang pelaku," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Azis Andriansyah dalam jumpa pers di Polres Jakarta Selatan, Rabu (13/10/2021).

Kelima muncikari itu adalah CD (25) sebagai pengantar-jemput korban atau joki, FH (18) yang menjual korban via online, AM (36) sebagai penyewa apartemen penampung korban, AL (19) sebagai jual korban via online, dan DA (19) sebagai penjual korban via online.

Lihat juga Video: Polisi Bongkar Prostitusi Sesama Jenis di Solo, Juga Layani Threesome Pasutri

[Gambas:Video 20detik]




(aik/zak)