Peringatan Hari Museum Digelar di Yogya, Sultan Kenang Ucapan Bung Karno

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Kamis, 14 Okt 2021 06:17 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X saat pelaksanaan vaksinasi tahap kedua di Yogyakarta, Kamis (28/1/2021)
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X (Foto: dok. Humas Pemprov DIY)
Yogyakarta -

Peringatan Hari Museum Indonesia digelar di Yogyakarta. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X bicara soal persoalan terkini yang dihadapi museum.

"Mungkin karena museum terkesan sebagai tempat tumpukan peninggalan sejarah yang lusuh dan berdebu sehingga para siswa lebih memilih berkunjung ke mal atau kafe," ujar Sultan Hamengkubowono dalam rilis Ketua Asosiasi Museum, Kamis (14/10/2021).

Puncak peringatan Hari Museum Indonesia ini disiarkan melalui channel Youtube Barahmus DIY dan AMI (Asosiasi Museum Indonesia). Tema yang diangkat ialah 'Bersama Museum Membangun Ketangguhan Bangsa'.

Kembali ke Sultan, dia menyebut kurang aspiratif, atraktif dan tidak menghibur, membuat museum ditinggalkan para pelajar. Gelombang kunjungan ke museum adalah kelompok 'paksawan', yakni para pelajar yang dipaksa mengikuti program studi tour.

Dia mengatakan perlu ada strategi baru agar kunjungan ke museum meningkat. Sultan mengatakan mengingatkan sejarah bukan cuma sekadar pengetahuan masa lalu.

"Bung Karno pernah mengingatkan jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah. Karena itu kita khawatir jika distorsi sejarah masuk dalam mata ajar di sekolah," tegasnya.

"Saya berharap museum menjadi jembatan informasi edukatif bagi warga masyarakat bangsa Indonesia," harapnya.

Ketua Asosiasi Museum Indonesia (AMI) Putu Supadma Rudana (PSR) menyampaikan peristiwa sejarah tersimpan rapi di museum. Dalam 2 tahun terakhir, kata Supadma, museum Indonesia menunjukan ketangguhannya di tengah lesunya ekonomi akibat pandemi COVID-19.

"Kini museum menghadirkan dan menceritakan kembali semua kisah agar generasi muda mengetahui sejarah bangsanya," kata Supadma.

"Museum memanfaatkan teknologi informasi agar selalu dekat dan mudah diakses masyarakat secara digital untuk mengobati kerinduan para pengunjung, penikmat seni dan pegiat museum," sambung pria yang juga sebagai Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) ini.

Supadma mengatakan museum menyajikan identitas melalui presentasi warisan, mempromosikan pluralitas dan keragaman identitas. Secara umum, lanjut Supadma, museum menyatukan keragaman bangsa, menampilkan identitas etnis kelompok maupun personal, mengajarkan, mempelajari, dan mendalami budaya lain untuk menghindari konflik demi menjaga persatuan kesatuan bangsa.

Supadma mengatakan museum melalui berbagai pameran dan kegiatan, dapat memberikan banyak inspirasi menghubungkan masa kini dengan masa lalu sebagai ruang refleksi untuk masa depan.

Di masa pandemi, museum dinilai dapat memberikan sensibiltas sosial berkontribusi terhadap perubahan sosial yang lebih baik dengan mengangkat isu yang relevan dengan masa kini, baik multikulturarisme, perempuan, lingkungan dan kesehatan sehingga dalam konteks yang luas museum dianggap berperan membangun ketangguhan bangsa.

"Perayaan Hari Museum Indonesia adalah perayaan seluruh rakyat Indonesia, semoga museum terus tumbuh dan semakin tangguh dalam menggapai cita-cita bangsa. Salam museum di hatiku," kata Supadma.

Ketua Panitia 50 Tahun Barahmus DIY, Gusti Kanjeng Ratu Bendara, mengatakan Yogyakarta tak bisa lepas dari sejarah dan museum. Pasalnya, di Yogyakarta pula para tokoh nasional melakukan musyawarah membahas museum untuk pertama kalinya pada tahun 1962.

"Itu merupakan sebuah tonggak sejarah bagi dunia permuseuman nasional Indonesia," ujarnya.

Lihat juga Video: Gempa Berpusat di Pacitan, Terasa Sampai Yogya

[Gambas:Video 20detik]



(isa/haf)