Ridwan Kamil Bicara Peluang 2024 dan Kejutan Saat Jadi Gubernur

dtv - detikNews
Rabu, 13 Okt 2021 12:35 WIB
Jakarta -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjamu dua detikers sebagai bagian dari program Olahraga Detik Ini Juga. detikers bernama Sulton Arif Mauludi dari Cianjur secara pribadi bertanya kepada Ridwan Kamil tentang karier politiknya, terutama dikaitkan dengan Pilpres 2024.

"Kamu dari konsultan politik mana?" tanya Ridwan Kamil sambil bercanda ketika mendengar pertanyaan tersebut.

Dalam suasana santai di gedung Pakuan, yang menjadi rumah dinas Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku dirinya adalah orang yang senang mencoba hal baru. Sebelum menjadi gubernur, Ridwan Kamil mengaku sudah menjajal beraneka macam profesi.

"Sebelum jadi wali kota, saya itu dosen, penyiar radio, main film juga, arsitek, aktivis sosial juga," ungkapnya.

Jika tidak laku lagi di dunia politik, Ridwan Kamil akan kembali ke profesi lama yang membuatnya eksis kala itu. Itulah alasannya kenapa selama menjadi gubernur ini, Ridwan Kamil mengaku selalu membawa buku sketsa.

"Makanya saya ke mana-mana sebagai gubernur pasti bawa buku sketsa. Karena sambil saya beraktivitas saya kan suka gambar. Nyalurin apalah," katanya.

Terkait kursi Indonesia-1, Ridwan Kamil menyampaikan pintu takdir nasional itu sangat rumit. Secara diplomatis, Ridwan Kamil menyerahkan semuanya pada takdir.

"Ke depannya juga sama kalau ada takdirnya. Karena rumit. Pintu takdir nasional itu sangat rumit. Tapi kalau ada, bismillah saja. Kalau nggak, saya juga nggak bercita-cita jadi gubernur. Makanya, dengan jadi gubernur saja, dalam sejarah hidup saya, itu sudah pencapaian luar biasa," kata Ridwan Kamil.

Bagi Ridwan Kamil, kepemimpinan pada prinsipnya sama saja. Pemimpin RT, bupati, gubernur, atau presiden yang membedakan hanya kompleksitasnya belaka.

"Prinsipnya sama, apakah dia bermanfaat atau tidak. Percuma gubernur tapi misalnya pencitraan, mendingan jadi RT bisa lebih membawa manfaat," katanya.

Sementara itu, detikers lainnya, Bagas Amandaru dari Bogor, bertanya tentang hal apa yang membuat Ridwan Kamil terkejut ketika menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat. Ridwan Kamil pun bercerita sebagai gubernur tidak boleh menampakkan ekspresi kesedihan.

"Itu kalau ditampilkan, masyarakat menganggap kita itu nilainya negatif. Jadi akhirnya mau jam pagi, siang, atau malam kita itu wajah harus senyum. Walaupun hati lagi kesal gitu misalkan. Tidak bisa ditampilkan," tuturnya santai.

Hal berbeda lainnya adalah wilayah Jawa Barat yang luas. Karena itu, semenjak jadi gubernur, Ridwan Kamil mendadak suka motoran.

"Wilayah saya ternyata luas sekali ya. Makanya sekarang baru jadi gubernur saya beli motor, wali kota tidak beli motor. Karena wilayahnya luas sekali, makanya saya hobi motoran," ungkapnya.

(gah/gah)